Pertama di Asia Tenggara, Evergen Siap Pasarkan Bahan Baku Obat & Kosmetik

PT Evergen Resources penjualan produk anti oksidan astaxanthin yang digunakan untuk bahan baku obat dan kosmetik mencapai 500 kilogram per bulan.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  15:20 WIB
Pertama di Asia Tenggara, Evergen Siap Pasarkan Bahan Baku Obat & Kosmetik
Ilustrasi obat-obatan tablet dan kapsul. - REUTERS/Srdjan Zivulovic

Bisnis.com, KENDAL—PT Evergen Resources penjualan produk anti oksidan astaxanthin yang digunakan untuk bahan baku obat dan kosmetik mencapai 500 kilogram per bulan.

Founder & CEO Evergen Resources Siswanto Harjanto menyampaikan, perusahaan tengah mengembangkan bahan aktif anti oksidan berupa astaxanthin. Produk yang dijual dengan merek AstaLuxe ini digunakan sebagai bahan baku obat dan kosmetik.

Diharapkan volume produksi dan penjualan produk astaxanthin dalam bentuk bubuk dan minyak dapat mencapai 500 kilogram (kg) per bulan pada 2019.

“Kita saat ini mulai produksi 300 kg per bulan, kemudian meningkat secara bertahap. Harapannya pada tahun ini sudah bisa kapasitas 500 kg per bulan,” ujarnya kepada Bisnis di sela acara peresmian industri bioteknologi Evergen Resources di Kendal, Kamis (25/7/2019).

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, yang mewakili Presiden Joko Widodo, Bupati Kabupaten Kendal Mirna Annisa, dan Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jateng Yulianto Prabowo.

Dengan pabrik dan fasilitas produksi seluas 1 hektare (ha) di Kendal, Jawa Tengah, Evergen pun menjadi satu-satunya produsen astaxanthin di Asia Tenggara. Bahan ini digunakan untuk berbagai obat seperti daya tahan tubuh, sakit jantung, diabetes, dan suplemen, serta kosmetik pencegah penuaan dini.

Produk astaxanthin dijual ekspor ke Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, karena negara-negara tersebut sudah umum menggunakan bahan tersebut. Siswanto mengatakan, penetrasi pasar ekspor dilakukan seiring dengan langkah perusahaan untuk memperbesar porsi domestik.

Selama ini, mayoritas bahan baku obat masih dipenuhi oleh impor, sehingga adanya bahan antioksidan yang diproduksi di dalam negeri dapat menjadi salah satu material subtitusi.

“Di luar negeri memang astaxantin sudah dikenal. Indonesia baru mulai. Domestik memang pasarnya sedang berkembang,” imbuhnya.

Evergen mulai mengembangkan fasilitas produksi astaxanthin mulai 2015. Setelah melalui berbagai proses trial and error, produk antioksidan itu siap dijual secara komersial. Bahkan, bahan baku alga sudah bisa dipenuhi melalui budidaya sendiri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
farmasi, evergreen

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top