5 Ton Ikan di Sleman Mati Gara-gara Saluran Irigasi Ditutup

Sekitar lima ton ikan air tawar mati di kolam milik warga di Dusun Baturan Kidul, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (4/9/2019) pagi.
Yogi Anugrah
Yogi Anugrah - Bisnis.com 04 September 2019  |  16:00 WIB
5 Ton Ikan di Sleman Mati Gara-gara Saluran Irigasi Ditutup
Ilustrasi kolam ikan. - Harian Jogja/Yogi Anugrah

Bisnis.com, SLEMAN - Sekitar lima ton ikan air tawar mati di kolam milik warga di Dusun Baturan Kidul, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (4/9/2019) pagi. Ikan-ikan tersebut diduga mati karena ada seseorang yang sengaja menutup pintu air saluran irigasi yang biasa digunakan untuk mengaliri kolam. 

Pemilik kolam, Fedrik, mengatakan kejadian tersebut awalnya diketahui pada Rabu, sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, warga yang rumahnya berada tidak jauh dari kolam, terbangun dan melihat air di saluran irigasi di sebelah kolam tidak berjalan. “Warga itu curiga, dan langsung melihat ke kolam, ternyata ikannya sudah pada mati,” kata Fedrik, Rabu.

Warga itu pun langsung memberitahu kepada Fedrik. Fedrik mengatakan pada saat kejadian, kolam miliknya tersebut memang tidak ada orang yang menjaga. “Setelah diberitahu saya langsung datang untuk mengecek, di kolam air tidak mengalir dan ikan-ikan sudah mati,” ucap dia.

Menurut dia, ikan-ikan tersebut mati dikarenakan ada orang yang dengan sengaja menutup pintu air saluran irigasi yang digunakan untuk mengaliri kolamnya yang berada di paling atas. “Pasti ada yang mematikan pintu air, karena kunci pintu air itu masih ada dan terpasang, kalau turun karena rusak, kuncinya pasti hilang,” ucap dia.

Akibat kejadian tersebut, kerugian Fedrik mencapai lebih dari Rp50 juta. Adapun ikan-ikan yang mati tersebut merupakan ikan nila, bawal, serta koi yang berada di dua kolam. “Saya tidak lapor polisi. Kami tidak punya bukti siapa pelakunya, yang jelas ada [pelaku] namun tidak tahu orangnya. Selanjutnya ini ikannya dibagikan kepada warga-warga yang mau,” ujar dia.

Berdasarkan pantauan Harian Jogja, Rabu, di dua kolam milik Fedrik tersebut diserbu warga yang ingin mengambil ikan. Tidak sedikit warga yang datang membawa karung dan plastik besar. “Ini ambil pakai plastik dan karung, mau saya bagikan kepada anak kos, kan biasanya senang kalau mendapat seperti ini,” kata Nunuk, salah seorang warga yang ikut mengambil ikan mati milik Fedrik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sleman, perikanan budidaya

Sumber : harianjogja.com

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top