Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rencana Pemindahan Ibu Kota Kulonprogo terus Digodok

Rencana pemindahan ibu kota Kulonprogo dari Kota Wates ke wilayah baru masih digodok.
Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara - Bisnis.com 14 September 2019  |  03:00 WIB
Bandara Internasional Yogyakarta memengaruhi tata ruang di Kulonprogo, termasuk rencana memindahkan ibu kota. - Harian Jogja/Desi Suryanto
Bandara Internasional Yogyakarta memengaruhi tata ruang di Kulonprogo, termasuk rencana memindahkan ibu kota. - Harian Jogja/Desi Suryanto

Bisnis.com, KULONPROGO—Rencana pemindahan ibu kota Kulonprogo dari Kota Wates ke wilayah baru masih digodok.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kulonprogo Astungkara mengatakan belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai rencana ini. Kendati demikian, bukan berarti rencana mencari ibu kota pengganti di luar Wates ditinggalkan.

“Saat ini belum ada pembahasan lagi, tetapi yang pasti sambil jalan, soalnya masih banyak infrastruktur yang harus dipikirkan,” kata Astungkara, Jumat (13/9/2019).

Sebelum Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) mulai dibangun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo sudah berencana menyiapkan infrastruktur yang lebih representatif bagi ibu kota baru. Kawasan perkotaan, perkantoran, permukiman hingga perdagangan akan ditata ulang agar bisa mengimbangi dampak bandara yang kemungkinan bisa membuat Kota Wates jauh lebih padat daripada sekarang.

Area parkantoran di lingkungan Pemkab Kulonprogo terbilang padat. Sementara kawasan sekitar Jalan Sugiman yang merupakan area perkantoran instansi di luar kompleks Pemkab sulit berkembang lantaran lahannya sempit. Kemudian, muncul wacana memindahkan kantor kepala daerah, kompleks pemerintahan, hingga DPRD di kawasan baru.

Pemkab punya dua pilihan, yakni memindahkan perkantoran ke wilayah utara berdasarkan struktur ruang atai menenmpatkan perkantoran di wilayah selatan berdasarkan sejarah berdirinya Kabupaten Kulonprogo, yang merupakan gabungan antara Kabupaten Kulonprogo dan Kadipaten Adikarto.

“Kabupatennya menggunakan Kulonprogo, tapi ibu kotanya di Adikarto.  Pemikirannya yang berkembang bisa seperti itu, mudah-mudahan nanti bisa terealisasi,” ujar Astungkara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kulon progo bandara kulonprogo

Sumber : harianjogja.com

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top