Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mau Investasi di Kulonprogo, Ini Iming-Iming Kemudahan yang Diberikan

Menyongsong Kabupaten Kulonprogo yang semakin berkembang dengan adanya beberapa megaproyek, seperti Yogyakarta International Airport, Bedah Menoreh, dan proyek mendatang jalan tol, Bupati Kulonprogo, Sutedjo membuka peluang seluas-luasnya bagi investor yang tertarik menanam modal di Bumi Menoreh ini.
Lajeng Padmaratri
Lajeng Padmaratri - Bisnis.com 29 Desember 2019  |  16:45 WIB
Pesawat di  Yogyakarta International Airport, Kulonprogo.  - Harian Jogja/Desi Suryanto
Pesawat di Yogyakarta International Airport, Kulonprogo. - Harian Jogja/Desi Suryanto

Bisnis.com, KULONPROGO - Menyongsong Kabupaten Kulonprogo yang semakin berkembang dengan adanya beberapa megaproyek, seperti Yogyakarta International Airport, Bedah Menoreh, dan proyek mendatang jalan tol, Bupati Kulonprogo, Sutedjo membuka peluang seluas-luasnya bagi investor yang tertarik menanam modal di Bumi Menoreh ini.

Meski begitu, Sutedjo menekankan investor perlu mengetahui penempatannya sesuai zonasi tata ruang yang sudah diplot. Sehingga, jangan sampai investor sudah memilih tempat terlebih dahulu, namun tidak sesuai dengan ketentuan tataruang.

"Jangan sampai ini jadi hambatan bagi investor. Proses tata ruang itu kita beri tahukan penjelasannya kepada mereka," kata Sutedjo,  seperti dilaporkan Harian Jogja Sabtu (28/12/2019).

Terlebih dengan adanya pengembangan kawasan di sekitar YIA yang akan dijadikan sebagai aerotropolis. Selain itu, kawasan Kulonprogo utara dijadikan kawasan konservasi sementara bagian timur-selatan juga dikembangkan menjadi kawasan peruntukan industri.

Hal ini membuat Sutedjo berkomitmen untuk memberi kemudahan investasi kepada calon penanam modal. "Kemudahannya salah satunya terkait perizinan, dalam artian bisa mudah, cepat, murah," kata dia.

Ia menuturkan beberapa kali Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo menyelenggarakan pertemuan investor untuk menjaring calon penanam modal. Hal tersebut menggembirakan dengan adanya minat yang besar dari investor berbagai bidang yang tertarik di Kulonprogo.

"Kami undang berbagai jenis, mulai dari hotel, rumah makan, rest area, dan macam-macam. Saya pernah ikut melayani ketika gathering itu, ternyata cukup lengkap dan bervariasi jenis-jenis yang jadi bidang usaha mereka," kata dia.

Ia terbuka dengan berbagai kemungkinan investor yang masuk, asal sesuai dengan zonasi tata ruang. Terlebih, ia berharap investor tak hanya memberikan keuntungan bagi Pemkab, melainkan juga memberi manfaat bagi masyarakat.

Kepala DPMPT Kulonprogo Agung Kurniawan menuturkan realisasi investasi di Kulonprogo tahun ini mengalami kenaikan Rp700 milyar. Yang lebih membanggakan, realisasi investasi ini jauh melampaui target yang diharapkan. "Target kami itu cuma Rp1 trilyun, tapi nyatanya hingga triwulan III di tahun 2019 ini sudah mencapai Rp9,179 trilyun," katanya.

Total investasi itu terdiri atas realisasi penanaman modal asing (PMA) dari 11 perusahaan sebesar Rp892 milyar dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp8,286 trilyun dari 34 perusahaan. "Itu termasuk Angkasa Pura I sebagai investor terbesar yaitu sebesar Rp7,564 trilyun," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peran kulon progo

Sumber : Harian Jogja

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top