Sasar Ekspor, RSI Targetkan Produksi 4.000 Ton Nila di Jateng

PT Regal Springs Indonesia (RSI) menargetkan produksi 4.000 ton ikan nila sepanjang tahun 2020.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 21 Februari 2020  |  13:40 WIB
Sasar Ekspor, RSI Targetkan Produksi 4.000 Ton Nila di Jateng
Petugas farm Wunut sedang memberikan pakan ikan nila. - Bisnis/Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, KLATEN - PT Regal Springs Indonesia (RSI) menargetkan produksi 4.000 ton ikan nila sepanjang tahun 2020.

Manager Operasional Farm Wunut, PT RSI Budi Santoso mengatakan, target 4.000 ton tersebut dibagi untuk tiga wilayah yakni Waduk Wadaslintang, Waduk Gajah Mungkur dan Wunut. Pihaknya optimistis, target tersebut dapat tercapai tahun ini.

"Kami membesarkan ikan nila dengan kualitas ekspor, minimal berat ikan tersebut harus 900 gram," kata Budi Jumat (21/2/2020).

Selain itu, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan mitra petani untuk pembesaran ikan, mulai dari bibit hingga mencapai berat sekitar 15 gram. Hal ini juga dapat menjadi tambahan penghasilan untuk mitra RSI.

Dia menambahkan, saat ini RSI bekerjasama dengan lima kelompok tani di Kabupaten Demak dan Kabupaten Sleman serta satu kelompok tani di Kabupaten Klaten.

"Saya rasa kerjasama ini sangat bermanfaat bagi para mitra. Bayangkan saja satu kolam ikan bisa menghasilkan keuntungan Rp7 juta sampai Rp9 juta. Dengan program ini tentu saja bisa mengangkat perekonomian masyarakat," ujarnya.

Pada kesempatan lain RSI melakukan rehabilitasi pembangunan tiga rumah keluarga kurang mampu di Desa Sendang, Kabupaten Wonogiri menjadi rumah tinggal layak huni.
Untuk pembangunan tiga rumah tinggal layak huni (RTLH) tersebut RSI yang sebelumnya bernama PT Aquafarm Nusantara menggelontorkan dana senilai Rp45 juta.

Community Affairs Senior Manager PT RSI, Dian Octavia, menyatakan, pembangunan satu unit RTLH yang membutuhkan biaya Rp15 juta merupakan bentuk kepedulian dari perusahaan untuk mendukung program pemerintah.

"Pembangunan RTLH merupakan program keberlanjutan Kami Peduli,"

Lebih lanjut, Dian menyatakan, pekerjaan pembangunan RTLH dilaksanakan secara kemitraan dengan pemerintah Desa Sendang dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri.

Pihak desa yang menentukan rumah warga kurang mampu yang mendapatkan program rehabilitas RTLH. Pembangunan dilakukan secara gotong royong melibatkan masyarakat setempat.

“Rahabilitasi RTLH dengan tujuan agar rumah menjadi lebih sehat dan lebih layak huni,” ujar Dian.

Di samping pembangunan RTLH, lanjut Dia, pihaknya juga memberikan bantuan tambahan makanan untuk posyandu di Desa Sendang.
“Kami juga membangun jembatan yang semula terbuat dari kayu menjadi jembatan beton sehingga lebih aman bagi warga,” katanya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jateng

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top