Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Musyawarah Pembangunan, Karimunjawa Minta Dermaga dan Kapal Ambulans

Usulan dari Parang, desa yang berada di satu pulau yang berjarak sekitar 11 Mil atau 2 jam dari Pulau Karimunjawa.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 10 Maret 2020  |  15:27 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan paparan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) di Pendapa Kabupaten Jepara. - k28
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan paparan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) di Pendapa Kabupaten Jepara. - k28

Bisnis.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berdialog dengan warga Desa Parang, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Jawa Tengah, tahun ini. Dialog itu dilakukan melalui teleconference untuk menyerap aspirasi hingga di daerah terpencil.

Musrenbangwil Wanarakuti-Banglor meliputi Juwana, Jepara, Kudus, Pati dan Rembang, Blora dilaksanakan di Pendapa Kabupaten Jepara, Selasa (10/3/2020).

Parang sendiri merupakan desa yang berada di satu pulau yang berjarak sekitar 11 Mil atau 2 jam dari Pulau Karimunjawa. Saat ini, Desa Parang terdiri dari dua pedukuhan dan berpenduduk sekitar 1.205 jiwa.

Kepala Desa Parang, Muh Zaenal Arifin menyampaikan bahwa pembangunan di desanya membutuhkan anggaran yang tinggi.

"Kita butuh anggaran banyak untuk pembangunan dermaga, Pembangunan embung tadah hujan, penambahan kapasitas listrik, dan juga internet," ujar Zaenal usai ditanya Gubernur soal persoalan besar yang dihadapi Desa Parang.

Zaenal juga menyampaikan, pembangunan yang diusulkan itu nantinya dapat menunjang sejumlah sektor yang lain. Diantaranya ekonomi, wisata, dan sumber daya manusia (SDM).

"Di sini ada wisata seperti wisata batu merah, makanan khas pohong brosok, dan juga hasil kebun kedondong," paparnya.

Usulan lain juga disampiakan Bidan Desa Parang, Susniwati. Ia meminta untuk pengadaan kapal ambulans sebagai sarana pelayanan kesehatan di desanya.

"Kita butuh ambulans laut (kapal ambulans). Iya, itu untuk rujukan jika harus dibawa ke luar Pulau Parang, Pak," katanya.

Susniwati menceritakan, selama ini warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan kapal ambulans terpaksa harus menggunakan kapal nelayan.

"Selama ini pakai kapal kayu, kapal nelayan. Bahkan pernah kita menangani ibu hamil, dan melahirkan di atas kapal," kisahnya.

Andi Wahyu Saputra, seorang siswa SMPN 2 Karimunjawa mengeluhkan minimnya sumber daya pengajar. Selain itu, sekolahnya masih belum memiliki gedung laboratorium komputer.

"Di sekolah kami baru ada 6 guru. Dan, tidak punya laboratorium komputer. Sekarang laboratoriumnya berada di ruang perpustakaan," ucap dia.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berjanji akan membangunkan gedung laboratorium komputer di sekolah tersebut.

"Gedung nanti kita yang bangun. Untuk guru, biar nanti Pak Bupatinya karena SMP dibawah kabupaten," tutur Ganjar melalui siaran persnya.

Sedangkan untuk pembangunan dermaga dan pengadaan ambulans, nanti akan dikoordinasikan berkait besaran anggaran dan lainnya. "Untuk dermaga nanti kita koordinasikan," katanya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa tengah karimunjawa
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top