Kampus UNY Berlakukan Kebijakan Lockdown

Semua dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dilarang masuk ke lingkungan kampus pasca bertambahnya jumlah kasus corona di Jogja.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 25 Maret 2020  |  05:21 WIB
Kampus UNY Berlakukan Kebijakan Lockdown
Pembelajaran di kampus UNY bakal dilakukan secara daring setelah kampus setempat dilockdown. Ilustrasi. - Antara/Maulana Surya.

Bisnis.com, SOLOPOS - Dengan bertambahnya jumlah pasien positif corona di Jogja, Rektor UNY Sutrisna Wibawa menerapkan kebijakan lockdown pada kampusnya.

Keputusan tersebut tertuang pada Surat Edaran Nomor 6/SE/2020 tentang Pembatasan Kegiatan di Kampus untuk Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease-19 (Covid-19) di Universitas Negeri Yogyakarta.

Melalui akun media sosial Instagram @sutrisna.wibawa, Rektor UNY mengatakan semua dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dilarang masuk ke lingkungan kampus pasca bertambahnya jumlah kasus corona di Jogja.

"Mulai hari ini: Dosen, Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa DILARANG MASUK KAMPUS UNY. #UNYLockDown," katanya, Selasa (24/3/2020).

Dalam unggahan tersebut, ia juga menampilkan surat edaran yang dimaksud, larangan tersebut berlaku hingga 31 Maret 2020.

Guru Besar UI Meninggal Diduga Tertular Pasien Suspect Corona Bandel, Curhatan Anaknya Viral

"Maka untuk pencegahan penyebaran wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Universitas Negeri Yogyakarta dilakukan pembatasan kegiatan di kampus/kantor sampai dengan tanggal 31 Maret 2020," demikian bunyi surat edaran tersebut.

Selama dilarang masuk lingkungan kampus UNY, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa akan melakukan kewajibannya dari rumah alias work from home (WFH) kecuali petugas keamanan.

Untuk kegiatan perkuliahan, mahasiswa dan dosen melakukan pembelajaran secara daring atau online.

Berdasarkan pantauan JIBI pada situs resmi Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam penanganan corona, corona.jogjaprov.go.id, sebanyak 596 orang dalam pemantauan (ODP), 81 pasien dalam pengawasan (PDP), dan lima positif corona.

Lima pasien positif corona berasal dari berbagai wilayah di DIY, masing-masing meliputi dua dari Kota Jogja, dua dari Sleman, dan satu dari Bantul.

Terbaru, ada satu pasien positif corona yang meninggal dunia pada Selasa (24/3/2020) di RSUP dr Sardjito Jogja. Pasien positif corona yang meninggal tersebut merupakan salah satu guru besar dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
yogyakarta, Virus Corona, uny

Sumber : Solopos

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top