Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

940 Orang Pemudik Baru Tiba di Sragen

Hingga Minggu, terdapat 5.425 pelaku perjalanan yang masih menjalani isolasi mandiri.
Moh Khodiq Duhri
Moh Khodiq Duhri - Bisnis.com 20 April 2020  |  05:48 WIB
Foto aerial terminal bus Kampung Rambutan yang sepi di Jakarta, Selasa (14/4/2020). - Bisnis/Himawan L Nugraha
Foto aerial terminal bus Kampung Rambutan yang sepi di Jakarta, Selasa (14/4/2020). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, SRAGEN - Sebanyak 940 pemudik baru tiba di Sragen dalam tiga hari, Jumat-Minggu (17-19/4/2020). Jumlah itu menambahkan pelaku perjalanan terkait pandemi Covid-19 yang masuk ke wilayah Sragen total nmenjadi 16.162 orang.

Penambahan pelaku perjalanan sebanyak 940 orang dengan perincian 420 orang tiba pada Jumat (17/4/2020), 293 orang tiba pada Sabtu (18/4/220), dan 227 orang tiba pada Minggu.

Hingga Minggu, terdapat 5.425 pelaku perjalanan yang masih menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di rumahnya masing-masing. Sementara jumlah PP yang dinyatakan lolos isolasi mandiri mencapai 10.737 orang.

Selama menjalani isolasi mandiri, para pelaku perjalanan termasuk yang baru tiba di Sragen diminta menjaga jarak aman dengan anggota keluarga lain. Pakaian, tempat makan, hingga ruang istirahat, harus terpisah dari anggota keluarga lain.

“Barusan saya mendapat kabar warga kami di Papua berencana mudik ke desa. Kabarnya dia sudah membeli tiket pesawat. Saya mengimbau dia untuk tidak mudik dahulu karena kondisinya kurang memungkinkan,” ujar Kepala Desa Sigit, Kecamatan Tangen, Wardoyo, saat ditemui Solopos.com di kediamannya, Minggu (19/4/2020).

Kepada warganya di perantauan, Pemdes Sigit sudah meminta mereka untuk tidak mudik ke kampung halaman demi mencegah potensi penularan Covid-19. Namun, bila warga terpaksa pulang, dia harus siap menjalani isolasi mandiri selama 14 hari layaknya pelaku perjalanan lain yang baru tiba di Sragen.

Membahayakan Keluarga

Anggota keluarganya bisa saja ikut isolasi mandiri karena bersinggungan langsung dengan warga yang baru tiba di kampung halaman itu.

“Kalau dia mudik, kita tidak tahu apakah dia membawa virus itu atau tidak. Daripada membahayakan keluarga dan para tetangga, lebih baik mudiknya ditunda dulu. Tunggu situasinya membaik dahulu baru mudik,” papar Wardoyo.

Camat Plupuh, Sumarno, mengatakan sosialisasi lima langkah pencegahan dan penanggulangan virus corona terus dilakukan kepada warganya. Hingga Minggu, ada 1.062 pelaku perjalanan yang tiba di Kecamatan Plupuh.

Satu warga Plupuh sudah terkonfirmasi positif terpapar virus corona berdasar tes swab yang diumumkan, Sabtu (18/4/2020).

“Imbauan kami, jangan mudik dahulu. Kalau nekat mudik, ya harus siap jalani karantina mandiri. Kalau tidak ada keluhan bisa dinyatakan lolos. Kalau ada keluhan, nanti akan dilaporkan petugas puskesmas untuk penanganan medis,” terang Sumarno.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sragen jawa tengah Mudik Lebaran Virus Corona

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top