Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jateng Deflasi 0,09 Persen, Dipicu Kelompok Komoditas Ini

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks harga beberapa kelompok pengeluaran.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  15:26 WIB
Ilustrasi. - Antara/Ampelsa
Ilustrasi. - Antara/Ampelsa

Bisnis.com, SEMARANG - Jawa Tengah deflasi sebesar 0,09 persen pada Juli, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,65 dipengaruhi oleh turunnya harga makanan, minuman dan tembakau.

Kepala BPS Provinsi Jateng Sentot Bangun Widoyono mengatakan, deflasi pada Juli 2020 terjadi di seluruh 6 kota IHK di Jawa Tengah.

"Kota Purwokerto mencatat deflasi terbesar yakni 0,20 persen dengan IHK sebesar 104,21 diikuti Kota Cilacap yang turun sebesar 0,17 persen dengan IHK sebesar 103,49, Kota Semarang sebesar 0,10 persen dengan IHK sebesar 105,03 Kota Kudus sebesar 0,09 persen dengan IHK sebesar 103,83 Kota Tegal sebesar 0,05 persen dengan IHK sebesar 105,11 dan deflasi terkecil di Kota Surakarta sebesar 0,03 persen dengan IHK sebesar 103,79," kata Sentot, Senin (3/8/2020).

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks harga beberapa kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang turun sebesar 0,66 persen diikuti kelompok transportasi sebesar 0,26 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,23 persen serta kelompok pendidikan sebesar 0,14 persen.

Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran mencatat kenaikan harga-harga, yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 1,08 persen, diikuti kelompok kesehatan sebesar 0,33 persen.

"Sementara untuk kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,30 persen, kelompok rekreasi, olah raga dan budaya sebesar 0,26 persen kelompok pakaian dan alas kaki, serta kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga masing-masing meningkat sebesar 0,14 persen," ujarnya

Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya tidak mengalami perubahan indeks (relatif stabil).

Penyebab utama deflasi di Jawa Tengah pada Juli 2020 mencakup penurunan harga bawang merah, angkutan udara, daging ayam ras, bawang putih dan gula pasir. Sementara penahan utama deflasi di Jawa Tengah meliputi naiknya harga telur ayam ras, emas perhiasan, cabai merah, air kemasan, dan rokok kretek filter.

Tingkat inflasi tahun kalender hingga Juli 2020 sebesar 0,73 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun dibandingkan Juli 2019) sebesar 2,08 persen. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng semarang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top