Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tol Solo-Jogja Melintasi Sawah Produktif Klaten, Begini Gambarannya

Luas sawah di Klaten diperkirakan 30.000 hektare (ha). Target produksi padi dalam setahun untuk Klaten sekitar 485.000 ton gabah kering giling.
Taufik Sidik Prakoso
Taufik Sidik Prakoso - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  08:27 WIB
Pengukuran jalan tol di Klaten. - JIBI
Pengukuran jalan tol di Klaten. - JIBI

Bisnis.com, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah tetap optimistis proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja tak bakal mengganggu ketahanan pangan. Luas sawah di Klaten yang terdampak pembangunan proyek tol Solo-Jogja diperkirakan mencapai 1 persen dari total luas sawah di Kabupaten Bersinar.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Widiyanti, menjelaskan luas sawah di Klaten diperkirakan 30.000 hektare (ha). Target produksi padi dalam setahun untuk Klaten sekitar 485.000 ton gabah kering giling.

Soal lahan terdampak jalan tol, Widiyanti mengatakan tak terlalu mengganggu produksi padi di Klaten. Artinya, Klaten masih menjadi penyangga pangan.

Soal luasan sawah terdampak, dia menjelaskan masih perlu berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk mendapatkan luasan pasti sawah terdampak tol.

Hanya saja, tol pada pembahasan awal rencana pembangunan jalan bebas hambatan itu sekitar 300 ha sawah terdampak tol. "Diperkirakan satu persen lebih sedikit [dari luas sawah di Klaten]," urai Widiyanti saat ditemui Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Gedung DPRD Klaten beberapa waktu lalu.

Soal mencari sawah pengganti terutama di daerah-daerah pertanian di Klaten, Widiyanti mengatakan hal itu menjadi kewenangan pemilik lahan sawah yang dilintasi jalan tol.

"Itu menjadi domain masing-masing petani apakah mereka mau mencari sawah baru atau ganti usaha [selain pertanian]. Harapan kami itu yang penting petani terdampak tetap bisa mendapatkan penghasilan tinggi," ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Desa Tambakan, Kecamatan Jogonalan, Eko Andriyanto, mengatakan di wilayahnya ada sekitar 5 ha lahan bakal dilewati jalan tol Solo-Jogja. Lahan itu meliputi sawah, permukiman, hingga makam.

Eko mengakui rencana pembangunan jalan tol menimbulkan pro dan kontra warga di desanya. "Mereka yang terkena ada yang senang dan tidak," jelas Eko.

Eko menjelaskan para petani yang memiliki sawah dan dilewati jalan tol kebingunan untuk menggarap lahan pertanian mereka ketika proyek jalan tol dipastikan benar-benar melewati wilayah Tambakan, Jogonalan Klaten. Pasalnya, jalan tol bakal menyisakan sawah pada kedua sisi jalan.

"Jalan itu membelah sawah di wilayah kami dari yang sebelumnya satu lahan menjadi dua lahan. Petani bingung ketika mereka harus menggarap lahannya [yang tersisa karena terbelah jalan tol], mereka harus memutari jalan tol untuk sampai ke sawah di seberangnya," urai dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

klaten tol solo-yogyakarta

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top