Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wisata Klaten di Era Normal Baru, Begini Rencana Pembukaannya

Elemen masyarakat sebenarnya sudah meminta pelonggaran aktivitas di tengah pandemi Covid-19 saat ini.
Taufik Sidik Prakoso
Taufik Sidik Prakoso - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  08:43 WIB
Candi Sewu. - Antara/ Aloysius Jarot Nugroho
Candi Sewu. - Antara/ Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, KLATEN – Pemkab belum berencana membuka objek wisata di Klaten. Hal itu dilakukan menyusul masih ada peningkatan angka kasus Covid-19 di Kabupaten Bersinar.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan belum dibukanya objek wisata itu berlaku untuk objek wisata yang dikelola pemkab maupun dikelola desa melalui badan usaha milik (BUM) desa di Klaten.

“Saat ini seluruh objek wisata belum dibuka dulu. Baik itu wisata yang dikelola pemerintah maupun BUM desa,” kata Mulyani saat ditemui di Setda Klaten, Jumat (19/6/2020).

Mulyani mengakui di beberapa daerah sudah melakukan pelonggaran kegiatan pariwisata. Objek wisata dibuka dengan pembatasan jumlah pengunjung serta menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Karena kondisi saat ini [kasus Covid-19] di Klaten belum baik. Kami belum izinkan untuk dibuka,” jelas Mulyani.

Mulyani mengatakan sejumlah elemen masyarakat sebenarnya sudah meminta pelonggaran aktivitas di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Selain pariwisata, para pelaku event organizer juga berharap ada pelonggaran.

Soal sanksi bagi pengelola yang nekat membuka objek wisata di Klaten, Mulyani mengatakan tak perlu diberikan sanksi. Dia meyakini para pengelola mematuhi instruksi untuk sementara tak membuka tempat usaha terlebih dahulu.

Kaur Perencanaan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu, mengatakan sejak ada pandemi Covid-19 kawasan objek wisata Kali Talang tutup sementara. Sejumlah spanduk penutupan sementara objek wisata sudah terpasang di sekitar Balerante.

Hanya saja, masih ada pengunjung yang berdatangan ke tempat tersebut. Hanya saja, pemerintah desa tak bisa menutup akses keluar-masuk kawasan objek wisata itu. Sebab, kawasan objek wisata menjadi akses warga untuk mencari rumput di sekitar lereng Merapi.

“Yang jelas masih ada saja pengunjung yang datang. Kami juga sudah memasang imbauan-imbauan sebagai informasi kalau objek wisata Kali Talang sementara ditutup,” kata Jainu saat ditemui di rumahnya, Minggu (21/6/2020).

Salah satu pengunjung objek wisata Kali Talang di Klaten, Yoga, 16, mengaku baru kali pertama datang ke kawasan objek wisata itu. “Saya datang bersama tiga teman saya. Datang ke sini karena penasaran saja ingin melihat pemandangan Gunung Merapi. Sebenarnya juga waswas kalau ada erupsi,” kata warga Kecamatan Juwiring tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng klaten

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top