Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI Memprediksi Inflasi Jateng Melambat

Sementara risiko inflasi diperkirakan bersumber dari kelompok barang dan jasa perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 14 September 2020  |  12:38 WIB
Ilustrasi kebutuhan sehari-hari yang bisa memicu inflasi. - Antara
Ilustrasi kebutuhan sehari-hari yang bisa memicu inflasi. - Antara

Bisnis.com, SEMARANG - Bank Indonesia memprediksi inflasi di Jawa Tengah secara bulanan diprediksi melambat jelang akhir tahun.

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Iss Savitri Hafid mengatakan, perlambatan laju inflasi diperkirakan masih bersumber dari kelompok makanan, minuman dan tembakau.

"Sementara risiko inflasi diperkirakan bersumber dari kelompok barang dan jasa perawatan pribadi dan jasa lainnya," kata Iss melalui siaran pers yang diterima Bisnis Senin (14/9/2020).

Menurutnya, faktor utama penahan laju inflasi kelompok barang dan jasa ini adalah komoditas bawang merah yang tengah memasuki musim panen.

Diperkirakan pada Bulan Juli hingga September merupakan puncak musim panen di Provinsi Jawa Tengah, sehingga pasokan diperkirakan akan meningkat.

"Lebih lanjut, komoditas lain yang diperkirakan akan menahan laju inflasi adalah daging ayam ras dan telur ayam ras seiring dengan produksi yang kembali meningkat dan cenderung over supply ditengah keterbatasan daya beli masyarakat akibat pendapatan yang menurun," tambahnya.

Sementara itu, lanjutnya faktor risiko yang berpotensi mendorong tekanan inflasi diperkirakan bersumber dari kelompok perawatan pribadi dan jasa Iainnya.

"Komoditas yang diperkirakan menjadi sumber peningkatan laju inflasi adalah emas perhiasan seiring dengan tren peningkatan harga emas global akibat ketidakpastian pasar keuangan sehingga mendorong investor mengalihkan asetnya ke instrumen safe heaven, yaitu emas," jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, Tim Pengendali lnflasi Daerah (TPID) akan terus melakukan empat kunci pengendalian inflasi yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.(k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top