Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ganjar: Buruh dan Pengusaha Harus Kompak

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berpesan kepada para buruh dan pengusaha untuk meningkatkan kekompakan dan komunikasi yang baik, khususnya pada masa sulit pandemi Covid-19.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 08 Oktober 2020  |  13:12 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kanan) saat mengunjungi beberapa pabrik di Kawasan Industri Candi Semarang. - Istimewa
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kanan) saat mengunjungi beberapa pabrik di Kawasan Industri Candi Semarang. - Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berpesan kepada para buruh dan pengusaha untuk meningkatkan kekompakan dan komunikasi yang baik, khususnya pada masa sulit pandemi Covid-19.

Menurutnya, jika ada persoalan terkait perburuhan juga diharapkan bisa dikomunikasikan dengan baik antara buruh dengan manajemen.

"Situasi sedang tidak bagus kok, semua orang tahu, maka hubungan industrial menjadi penting. Saya sampaikan kalau ada persoalan tentang perburuhan ngobrol dengan manajemen, kurang marem (puas) ngobrol sama pemilik. Duduk bareng, ada masalah ya dibahas sehingga nanti kondisi susah ini, susah-senang akan dirasakan bersama," kata Ganjar usai mendatangi dan bertemu buruh dua pabrik di Kawasan Industri Candi Gatot Subroto, Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (8/10/2020).

Dua pabrik yang dikunjungi Ganjar disela gowes pagi itu adalah PT Arindo Garmentama di Jalan Karya Kencana Blok K/9 dan PT Marimas Putera Kencana di Jalan Candi I Blok D21. Kunjungan itu untuk memastikan bagaimana kondisi di beberapa pabrik pada masa pandemi Covid-19 sekaligus melihat produksi dan berbincang dengan para buruh.

"Untuk memastikan saja bagaimana kondisi yang ada di beberapa pabrik, terus kita ingin tahu kondisinya (buruh). Ini di Marimas, mereka masih kerja, masih tiga shift, bayarannya masih rutin, kata Ganjar usai kunjungan di PT Marimas Putera Kencana.

Sementara dalam kunjungan di PT Arindo Garmentama Ganjar melihat produksi yang dikerjakan oleh separuh karyawan dengan sistem pembagian waktu kerja menyesuaikan standard protokol kesehatan. Pabrik garmen itu dalam masa pandemi Covid-19 ini sepi orderan dan nyaris tidak ada sama sekali.

"Tadi saya tanya orderannya masih ada apa tidak, ternyata sepi. Pemiliknya mencoba survive dengan mencari buyer baru atau diversifikasi usaha yang dulu menjahit baju sekarang jahit tas. Penting ada proyek katanya. Sekarang ada prospek dan mulai November sudah on lagi dengan kapasitas full 100 persen," ujarnya.

Ganjar juga mengingatkan kepada para pengusaha agar tidak ada PHK di tengah kondisi sulit ini. Seberat apa pun itu harus dipikul dan dirasakan bersama, baik buruh maupun manajemen. Dalam penyampaian aspirasi juga harus dilakukan dengan komunikasi yang baik dan tidak merusak.

"Untungnya banyak ya naik gajinya, begitu ya bos?m Kemudian kalau lagi ordernya tidak ada ya bagaimana caranya dinikmati bersama," katanya.

"Bisa jadi tidak full. Saya titip kepada pengusahanya, jangan ada PHK ya. Seberapa berat itu kita lalui bersama agar kemudian kesejahteraan kita bisa lebih baik. Saya titipin ini kepada semua pengusaha," katanya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng semarang
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top