Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspor Perikanan Jateng Meningkat 40 Persen

Produk perikanan yang diekspor pada September mencapai 5.461 Ton meningkat 40 persen dari bulan Agustus yaitu 3.893 ton dan meningkat secara nilai menjadi Rp247 miliar dari sebelumnya Rp193 miliar.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  16:37 WIB
Ekspor produk perikanan Jateng.
Ekspor produk perikanan Jateng.

Bisnis.com, SEMARANG - Ekspor perikanan di Provinsi Jawa Tengah terus mengalami peningkatan pada September 2020.

Dari data Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang produk perikanan yang diekspor pada September mencapai 5.461 Ton meningkat 40 persen dari bulan Agustus yaitu 3.893 ton dan meningkat secara nilai menjadi Rp247 miliar dari sebelumnya Rp193 miliar.

Kepala BKIPM Semarang Raden Gatot Perdana mengatakan, produk perikanan Jawa Tengah mampu diserap oleh 23 negara tujuan di luar negeri, bertambah dua negara dari bulan sebelumnya, dengan total jenis komoditi sebanyak 59 jenis produk.

"Sebagai produk perikanan yang menjadi 5 peringkat tertinggi menurut jumlah (volume ekspor) dari 59 produk perikanan tersebut di antaranya adalah surimi, cangkang kerang, tepung ikan, cumi-cumi dan layur, seluruhnya mengalami pertumbuhan ekspor yang baik di bulan ini, dan signifikan," kata Gatot, Senin (12/10/2020)

Dia menambahkan untuk Surimi meningkat 49,8 persen dari bulan sebelumnya menjadi 1.367 ton di bulan ini. cangkang kerang yang meningkat sebanyak 5,7 persen dan tepung ikan sebanyak 79,5 persen dari bulan lalu, dan layur meningkat 56,8 persen.

"China, Jepang, Taiwan, Saudi Arabia dan Malaysia, merupakan 5 negara tujuan ekspor produk perikanan dari Jawa Tengah teratas dari kategori volume ekspor," ujarnya.

Menurutnya, China menduduki peringkat teratas, sebanyak 1.001 ton produk perikanan Jawa Tengah terserap di negara ini, meningkat dari sebelumnya yaitu 652 ton atau 53.6 persen.

Malaysia masuk dalam peringkat 5 besar, dengan volume 531 ton, naik dari bulan sebelumnya sebesar 95,5 persen menggeser Korea Selatan di bulan sebelumnya. Hal ini seiring dengan meningkatnya frekuensi pengiriman ekspor ke Malaysia yaitu meningkat dari bulan sebelumnya hanya 13 kali meningkat menjadi 45 kali di Bulan September ini.

"Produk perikanan yang dikirim ke Malaysia ini didominasi produk ikan segar," tambahnya.

Sementara itu, lanjutnya secara frekuensi, ekspor terbanyak di bulan September 2020, masih bertahan dari bulan sebelumnya yang diduduki oleh Singapore yaitu sebanyak 164 kali meningkat dari 137 kali pengiriman, mampu mengungguli frekuensi tahun sebelumnya yaitu 140 kali. Selain peringat 5 tertinggi dari frekuensi yaitu Singapore, Jepang, China, Malaysia, dan Taiwan.

"Komoditas perikanan yang dilalulintaskan adalah 59 jenis, dan yang menjadi peringkat 5 tertinggi dilihat dari frekuensi ekspor yaitu surimi, kakap, tenggiri, kerapu dan udang putih.
Kakap, tenggiri, udang putih dan kerapu merupakan produk perikanan Jawa Tengah yang kebanyakan adalah berasal dari tangkapan nelayan sepanjang pantai Utara dan pantai selatan di Jawa Tengah oleh nelayan," jelasnya.

Dia menambahkan, rata-rata dari kelima produk unggulan tersebut dikirim keluar negeri sebanyak 40-60 kali pengiriman di September 2020. Jika dibandingkan bulan sebelumnya terjadi peningkatan yang signifikan untuk kerapu dan udang yaitu kali lipat, yang menunjukkan frekuensi 10-40 kali pengiriman.

Nilai ekspor produk perikanan urutan 5 tertinggi adalah Rp68,8 miliar berasal dari daging rajungan, surimi sebesar Rp45,6 miliar udang vaname Rp17,4 miliar, udang putih sebesar Rp14,7 miliar dan cumi-cumi senilai Rp22 miliar atau tumbuh positif sekitar 116,3 persen dari bulan lalu.

Amerika Serikat masih menduduki negara tujuan ekspor produk perikanan posisi teratas dari 59 negara tujuan ekspor lainnya, nilai devisa negara yang diperoleh dari ekspor produk perikanan ke negara ini yaitu Rp75,9 miliar tumbuh 10,3 persen bulan sebelumnya.

Selain itu juga mulai terlihat roda perekonomian khususnya sektor kelautan dan perikanan yang bergerak dan bergeliat kembali setelah kurang lebih 7 bulan masyarakat perikanan harus bertahan di tengah pandemi.

"Harapannya adalah, kualitas produk perikanan Jawa Tengah agar semakin baik lagi untuk mempertahankan kepercayaan dan daya saing di pasar global, selain itu pengembangan diversifikasi produk perikanan juga perlu dikembangkan sehingga mampu meningkatkan nilai jualnya," katanya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng perikanan
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top