Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tiga Peternakan di Karanganyar Terdeteksi Terjangkit Flu Babi Afrika

Ancaman untuk manusia terkhusus pada peternak yang akan mengalami kerugian besar karena adanya penyakit ini. Karena berpotensi membuat babi mati secara massal dan juga mendadak.
Chandra Mantovani
Chandra Mantovani - Bisnis.com 11 Oktober 2020  |  18:51 WIB
Tim medis dari Dinas Pertanian Kota Denpasar menyemprotkan disinfektan ke kandang babi milik warga di Denpasar, Bali, Rabu (5/2/2020). Kegiatan tersebut untuk mencegah penyebaran wabah virus African Swine Fever (ASF) yang diduga menyebabkan banyak ternak babi mati mendadak di sejumlah daerah di Bali. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Tim medis dari Dinas Pertanian Kota Denpasar menyemprotkan disinfektan ke kandang babi milik warga di Denpasar, Bali, Rabu (5/2/2020). Kegiatan tersebut untuk mencegah penyebaran wabah virus African Swine Fever (ASF) yang diduga menyebabkan banyak ternak babi mati mendadak di sejumlah daerah di Bali. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, KARANGANYAR - Hewan ternak di tiga peternakan babi wilayah Gondangrejo, Karanganyar, terdeteksi terjangkit penyakit african swine fever atau demam afrika, beberapa waktu lalu.

Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar meminta pemilik peternakan menghentikan transaksi babi sementara waktu untuk antisipasi persebaran penyakit.

Pengawas dan Pengendali Penyakit Hewan Dispertan PP Karanganyar, Sutiyarmo, mengatakan sudah mengecek adanya temuan ASF pada hewan babi di tiga peternakan wilayah Gondangrejo, Karanganyar, itu.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada vaksin atau obat untuk penyakit tersebut demam afrika pada babi itu. Tindakan sementara yakni dengan membunuh dan mengubur atau membakar ternak yang mati terjangkit penyakit itu.

“Berdasarkan hasil pengecekan, ini baru kali pertama demam afrika masuk Karanganyar. Sebelumnya belum pernah. Ini penyakit baru dan belum ada obat atau vaksinnya,” terangnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Minggu (11/10/2020).

Sutiyarmo mengatakan sebagai langkah antisipasi penularan, petugas langsung menyingkirkan ternak yang terjangkit demam afrika.

"Untuk ternak memang jika ada penyakit baru, walaupun hanya satu yang terdeteksi, kami anggap semuanya kena," ujarnya.

Sutiyarmo menjelaskan demam afrika yang saat ini menjangkiti sejumlah babi dapat membuat hewan ternak mati secara mendadak dan massal. Oleh karenanya, ia mengimbau peternak tidak melakukan transaksi terlebih dulu khususnya mendatangkan hewan dari luar kota.

Meskipun berdampak fatal pada hewan, Sutiyarmo mengatakan penyakit demam afrika tidak tergolong zoonosis alias tidak menular pada manusia.

“Ancaman untuk manusia terkhusus pada peternak yang akan mengalami kerugian besar karena adanya penyakit ini. Karena berpotensi membuat babi mati secara massal dan juga mendadak,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng kabupaten karanganyar babi
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top