Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jumlah Santri Terkonfirmasi Covid-19 di Banyumas Bertambah

Total penghuni pondok yang menjalani swab (tes usap) sebanyak 104 orang. Saat swab pertama ada 10 orang yang dinyatakan positif.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  21:28 WIB
Pesantren harus mendapatkan perhatian khusus dalam pencegahan Covid-19, mengingat tradisi pesantren yang begitu kental dengan kebersamaan antarsantri.  - LAZISNU
Pesantren harus mendapatkan perhatian khusus dalam pencegahan Covid-19, mengingat tradisi pesantren yang begitu kental dengan kebersamaan antarsantri. - LAZISNU

Bisnis.com, PURWOKERTO - Jumlah santri terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, bertambah 76 orang setelah munculnya kasus baru di salah satu pondok pesantren, kata Juru Bicara Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Banyumas Enjang Burhanuddin Yusuf.

Saat memberi keterangan pers di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (16/10/2020), dia mengatakan kasus baru tersebut terjadi di salah satu pondok pesantren yang juga berlokasi di Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara.

"Total penghuni pondok yang menjalani swab (tes usap) sebanyak 104 orang. Saat swab pertama ada 10 orang yang dinyatakan positif," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, dilakukan tes usap massal kedua yang diikuti 93 orang dan hasilnya sebanyak 66 santri yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurut dia, hampir 100 persen dari 66 santri yang terkonfirmasi positif tersebut merupakan orang tanpa gejala (OTG) sehingga sebenarnya mereka dalam kondisi sehat.

"Dengan demikian, total ada 76 orang yang dinyatakan positif. Dari jumlah tersebut, sebanyak 66 orang telah dievakuasi ke rumah karantina di Baturraden pada hari Kamis (15/10), sedangkan 10 orang lainnya dibawa ke rumah sakit karena ada yang kormobid dan ada juga yang keluarga," katanya.

Lebih lanjut, Enjang mengatakan dengan adanya tambahan tersebut, klaster pesantren di Kabupaten Banyumas berada di tiga pondok pesantren serta jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 secara keseluruhan sebanyak 415 orang, baik santri maupun pengurusnya.

Dalam hal ini, kata dia, sebanyak 11 santri dari salah satu pesantren yang berlokasi di Grumbul Ciwarak, Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, terkonfirmasi positif Covid-19, sembilan orang di antaranya telah dinyatakan sembuh.

Selain itu, sebanyak 328 santri dari salah satu pesantren di Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwanegara, dinyatakan terkonfirmasi positif dan 186 orang di antaranya telah sembuh, serta kasus terbaru terjadi di pesantren lainnya yang juga berada di Kelurahan Purwanegara dengan jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 76 orang.

"Yang OTG rata-rata di atas 95 persen dan secara fisik dalam kondisi sehat," kata Enjang menegaskan.

Kendati demikian, dia mengatakan santri-santri tersebut harus menjalani karantina agar tidak menularkan Covid-19 kepada orang lain.

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan bahwa area pondok pesantren perlu menyediakan ruang isolasi untuk tempat karantina jika entitas ponpes mengalami gejala kesehatan suspek terinfeksi Covid-19.

"Ruang isolasi yang dapat digunakan oleh guru, santri dan pengurus pesantren jika mengalami flu, batuk, demam, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan dan badan terasa letih," kata Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Sonny Harry B Harmadi dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat.

Dalam diskusi bertema "Sosialisasi Iman, Aman dan Imun Hadapi Covid-19", dia mengatakan pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki kekhasan komunal. Sistem pendidikan dalam ponpes sifatnya kekeluargaan sehingga entitasnya kerap berada dalam kerumunan jumlah besar.

Budaya yang khas di pesantren itu, kata dia, harus diimbangi dengan fasilitas karantina agar jika ada satu individu yang suspek Covid-19 tidak mudah menularkan kepada entitas lainnya.

Menurut dia, penting juga bagi pesantren untuk menerapkan sistem pengamatan terpadu dengan absensi dan monitor kesehatan santri secara rutin baik di kelas, asrama maupun aktivitas lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top