Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Potret Para Relawan Mencari Sumber Mata Air di Sungai Bawah Tanah Untuk Atasi Krisis Air Bersih di Yogyakarta

Krisis air bersih masih menjadi permasalahan saat musim kemarau tiba di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul pada tahun 2020 sebanyak 15 dari 18 kapanewon/kecamatan sudah mengajukan permohonan distribusi air bersih karena mengalami kekeringan. Sementara jumlah warga yang terdampak kekeringan sebanyak 129.788 jiwa.
Abdullah Azzam
Abdullah Azzam - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  09:40 WIB
Relawan menunjukkan letak pompa air di dalam Gua Cikal, Gunungkidul, DI Yogyakarta. ANTARA FOTO - Hendra Nurdiyansyah
Relawan menunjukkan letak pompa air di dalam Gua Cikal, Gunungkidul, DI Yogyakarta. ANTARA FOTO - Hendra Nurdiyansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Krisis air bersih masih menjadi permasalahan saat musim kemarau tiba di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul pada tahun 2020 sebanyak 15 dari 18 kapanewon/kecamatan sudah mengajukan permohonan distribusi air bersih karena mengalami kekeringan. Sementara jumlah warga yang terdampak kekeringan sebanyak 129.788 jiwa.

Pemerintah Daerah Gunungkidul saat ini telah mengalokasikan anggaran untuk bantuan air bersih sebesar Rp700 juta. Letak geografis Kabupaten Gunungkidul yang berada di kawasan pegunungan batuan kapur menyebabkan upaya pembangunan saluran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah itu sulit dilakukan.

Pemasalahan tersebut menggerakkan komunitas relawan Save Rescue Indonesia bersama BPBD Gunungkidul untuk melakukan eksplorasi sumber mata air sungai bawah tanah agar potensi sumber mata air dapat dimanfaatkan dan dikelola oleh masyarakat.

Sejak tahun 2018 relawan Save Rescue dan tim dari BPBD Gunungkidul berhasil mengangkat air dari sungai bawah tanah Gua Keceme di Girisekar, Panggang, Gunungkidul. Selain itu, proses pembangunan instalasi saluran air dari Gua Gebyok di Kapanewon Tepus saat ini sedang berjalan. Sementara di Gua Cikal relawan Save Rescue tengah melakukan percobaan pemompaan air sumber mata air sungai bawah tanah dengan jarak 200 meter dari mulut gua.

Pendiri komunitas relawan Save Rescue Agus Fitriyanto Hidayat mengatakan saat ini timnya masih melakukan tes pemompaan air dari Gua Cikal untuk mengukur volume tampungan sumber mata air. Mereka berharap sumber-sumber air yang bisa di angkat ini dapat dimanfaatkan masyarakat dan menjadi solusi masalah kekeringan di Gunungkidul.

Berikut foto-foto pencarian mata air di sungai bawah tanah :

Sejumlah relawan berjalan menuju mulut Gua Cikal, Gunungkidul, DI Yogyakarta. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Relawan menata peralatan sebelum melakukan eksplorasi Gua Cikal, Gunungkidul, DI Yogyakarta. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Relawan berada di mulut Gua Cikal, Gunungkidul, DI Yogyakarta. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Relawan melepaskan oksigen dari tabung gas di Gua Cikal, Gunungkidul, DI Yogyakarta. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Relawan menyusuri lorong Gua Cikal, Gunungkidul, DI Yogyakarta. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Relawan menunjukkan letak pompa air di dalam Gua Cikal, Gunungkidul, DI Yogyakarta. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Warga mengisi tangki dari sumber mata air bawah tanah dari Gua Cikal, Gunungkidul, DI Yogyakarta. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Relawan membersihkan diri menggunakan air hasil percobaan pemompaan dari Gua Cikal, Gunungkidul, DI Yogyakarta. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemarau yogyakarta air bersih
Editor : Abdullah Azzam
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top