Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Tanah di Sekitar Ruas Tol Solo-Yogyakarta Mulai Naik

Kenaikan harga tanah di sekitar lokasi pembangunan jalan itu memang salah satu konsekuensi.
Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  08:20 WIB
Petugas Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Klaten mendata batu benda cagar budaya di wilayah Ngawen, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (29/9/2020). Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Klaten per hari Selasa (29/9/2020) telah mendata sebanyak 25 titik lokasi sebaran batu dan yoni benda cagar budaya yang terdampak pada pembangunan jalan tol Solo-Jogja dan diperkirakan masih banyak lagi ditemukan di wilayah Klaten. - Antara/Aloysius Jarot Nugroho.
Petugas Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Klaten mendata batu benda cagar budaya di wilayah Ngawen, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (29/9/2020). Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Klaten per hari Selasa (29/9/2020) telah mendata sebanyak 25 titik lokasi sebaran batu dan yoni benda cagar budaya yang terdampak pada pembangunan jalan tol Solo-Jogja dan diperkirakan masih banyak lagi ditemukan di wilayah Klaten. - Antara/Aloysius Jarot Nugroho.

Bisnis.com, SLEMAN- Pemkab Sleman memahami kegundahan warga terdampak tol Jogja-Solo yang kebingungan mencari tanah pengganti. Pemkab siap membantu warga memberikan informasi lokasi tanah yang bisa dibeli dengan harga terjangkau.

Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan permasalahan harga tanah yang mulai naik di sekitar lokasi pembangunan jalan tol disebabkan salah satunya karena permintaan pasar meningkat. Pemkab, katanya tidak bisa mengintervensi harga jual tanah karena hal tersebut merupakan hal masing-masing individu dan hukum pasar.

"Kenaikan harga tanah di sekitar lokasi pembangunan jalan itu memang salah satu konsekuensi. Lahan terbatas tetapi permintaan meningkat. Jika memang harga di sana memang dinilai tinggi, mau tidak mau warga bisa mencari ke lokasi lain," katanya saat dihubungi JIBI, Rabu (21/10/2020).

Meskipun Pemkab tidak bisa menekan harga tanah di sekitar jalan tol itu, katanya, Pemkab akan terbuka memberikan informasi kepada warga terdampak lokasi mana saja yang harga tanahnya masih terjangkau untuk dibeli. "Kalau hanya informasi tanah yang harganya masih terjangkau, kami siap untuk memberikan informasinya kepada warga terdampak. Tetapi untuk masalah transaksinya tetap antara penjual dan pembeli," ujar Harda.

Sarana informasi bagi warga terdampak itu, kata Harda bukan laiknya help desk atau posko informasi warga tetapi lebih pada upaya Pemkab untuk memfasilitasi kebingungan warga. "Jadi bukan help desk atau bertentuk posko. Yang jelas ini hanya upaya kami untuk menjembatani kebingungan warga. Sebab kami juga tidak tahu kemampuan masing-masing warga terdampak. Makanya jika mereka bertanya kami upayakan menjawabnya," kata Harda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sleman tol solo-yogyakarta

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top