Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banjir Berulang, Normalisasi Sungai di Kudus Mendesak Dilakukan

Setiap musim hujan dengan intensitas hujan yang tinggi, Desa Golantepus akan banjir.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  17:35 WIB
Sejumlah bocah bermain sepeda di jalan yang tergenang banjir di Desa Kesambi, Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (19/1/2021). Akibat intensitas hujan yang tinggi sejak dua hari terakhir serta meluapnya sejumlah sungai di wilayah setempat menyebabkan ratusan rumah dan jalan utama terdampak banjir dengan ketinggian 30-80 centimeter.  - Antara/Yusuf Nugroho.
Sejumlah bocah bermain sepeda di jalan yang tergenang banjir di Desa Kesambi, Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (19/1/2021). Akibat intensitas hujan yang tinggi sejak dua hari terakhir serta meluapnya sejumlah sungai di wilayah setempat menyebabkan ratusan rumah dan jalan utama terdampak banjir dengan ketinggian 30-80 centimeter. - Antara/Yusuf Nugroho.

Bisnis.com, KUDUS - Warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berharap Sungai Piji dan Dawe untuk segera dinormalisasi menyusul banjir yang kembali melanda pemukiman warga di Kecamatan Mejobo akibat luapan air sungai yang semakin dangkal sehingga daya tampungnya menurun.

"Sudah saatnya sungai yang mengalami pendangkalan yang semakin parah untuk segera dinormalisasi. Banjir yang melanda Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, ini salah satunya karena adanya limpahan air dari Sungai Dawe," kata Kepala Desa Golantepus Nur Taufiq di Kudus, Selasa (19/1/2021).

Ia memastikan setiap musim hujan dengan intensitas hujan yang tinggi, Desa Golantepus akan banjir, seperti yang terjadi Selasa ini. Tercatat ada 630 rumah warga yang menjadi korban.

Selain menggenangi jalan dan perkampungan, ternyata ada 30-an rumah warga yang tergenang dengan ketinggian 20-30 sentimeter.

Ia juga sudah menyampaikan permasalahan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Kudus. Selain Sungai Dawe, Sungai Mrisen juga perlu dinormalisasi dan perlu dibuatkan pintu pengontrol untuk mengalirkan air ke Sungai Poceho agar tidak mudah terjadi banjir.

Kepala Desa Temulus Suharto juga berharap Sungai Piji dan Dawe segera dinormalisasi karena dampaknya dirasakan oleh warganya setiap musim hujan selalu kebanjiran karena adanya limpahan air dari sungai setempat.

Apalagi, lanjut dia, sungai setempat sudah ditinjau oleh bupati maupun Gubernur Jateng, sehingga sudah saatnya dilakukan normalisasi.

Camat Mejobo Aan Fitriyanto menambahkan menormalisasi Sungai Dawe dan Sungai Piji memang perlu dilakukan.

Pendangkalan yang terjadi di kedua sungai tersebut, kata dia, memang mendesak dilakukan karena banjir akan terus terjadi di wilayah Mejobo. Sejumlah tanggul sungai juga perlu diperbaiki karena mengalami penurunan.

Hari ini saja, kata dia, banjir akibat meluapnya air dari kedua sungai tersebut mengakibatkan banjir di Desa Golantepus, Mejobo, Temulus, dan Kesambi.

Total rumah yang tergenang banjir mencapai puluhan rumah dengan ketinggian genangan banjir bervariasi. Sedangkan jalan perkampungan juga banyak yang tergenang banjir sehingga mengganggu aktivitas warga.

Pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana juga tengah melakukan penilaian di kedua sungai tersebut, sebagai tahapan untuk dilakukan pemeliharaan.

Warga duduk di depan rumahnya yang tergenang banjir di Desa Kesambi, Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (19/1/2021)./Antara-Yusuf Nugroho.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir jateng kudus

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top