Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 di DIY Menurun, Begini Penjelasannya

Kemampuan test Covid-19 di DIY saat ini melebihi standar WHO, di mana capaiannya 193 persen.
Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak - Bisnis.com 13 Februari 2021  |  13:31 WIB
Wisatawan berjalan di kawasan wisata Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (12/2/2021). Pada liburan tahun baru Imlek 2021 ini kawasan Malioboro dipadati pengunjung meskipun pemerintah setempat telah melakukan pembatasan wisatawan yang masuk ke Malioboro dengan jumlah antara 600 hingga 700 wisatawan per hari. - Antara/Andreas Fitri Atmoko.
Wisatawan berjalan di kawasan wisata Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (12/2/2021). Pada liburan tahun baru Imlek 2021 ini kawasan Malioboro dipadati pengunjung meskipun pemerintah setempat telah melakukan pembatasan wisatawan yang masuk ke Malioboro dengan jumlah antara 600 hingga 700 wisatawan per hari. - Antara/Andreas Fitri Atmoko.

Bisnis.com, SLEMAN — Selama periode Desember 2020-Januari 2021 terjadi lonjakan kasus baru Covid-19 yang mengakibatkan tingkat keterisian tempat tidur (bed) untuk pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit rujukan penuh.

Kondisi saat ini berangsur nomal dan terkendali setelah rumah sakit rujukan menambah jumlah bed. Penambahan ini dilakukan setelah Kementerian Kesehatan mengeluarkan kebijakan penambahan bed 40 persen dari seluruh kapasitas bed rumah sakit.

Menurut Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, Rukmono Siswishanto pada Januari hampir seluruh rumah sakit di Indonesia mengalami "stres berat" akibat lonjakan kasus baru, di mana kasus baru Covid-19 melonjak drastis sementara jumlah bed sangat terbatas. RSUP Dr Sardjito pun menambah kapasitas bed untuk pasien Covid-19 hingga 40 persen dari kapasitas bed sehingga penanganan pasien Covid mulai teratasi.

"Itu terjadi hingga akhir Januari, seluruh Indonesia stres kecuali Papua [Ketika jumlah bed ditambah], dan saat ini sudah aman," kata Rukmono saat mengikuti Talkshow Online memperingati HUT ke-39 RSUP Dr. Sardjito bersama JIBI, Rabu (10/2/2021).

Selain Rumkono, narasumber lainnya yang dihadirkan adalah Ketua Panitia HUT ke-39 RSUP Dr Sardjito, Ida Safitri. Talkshow online yang mengangkat tema Strategi RSUP Dr. Sardjito sebagai RS Rujukan Covid-19 tersebut dipandu oleh Redaktur Pelaksana Harian Jogja, Nugroho Nurcahyo Nugroho.

Menurut Rukmono, kemampuan test Covid-19 di DIY saat ini melebihi standar WHO, di mana capaiannya 193 persen. Saat lonjakan kasus terjadi, tracing dilakukan secara massif sehingga ditemukan banyak kasus baru. Menghadapi lonjakan kasus tersebut, sejumlah rumah sakit rujukan mengambil kebijakan hanya merawat pasien yang bergejala berat saja, sementara yang bergejala ringan hingga yang tanpa gejala melakukan isolasi mandiri.

Saat ini, kata Rukmono, jumlah pasien Covid-19 di DIY mulai menurun. Terbukti, dari 213 bed untuk pasien Covid-19 hanya terisi sepertiganya saja. Meskipun banyak bed yang tak terisi pasien, kata Rukmono, RSUP Dr Sardjito tidak mengurangi jumlah bed untuk pasien Covid-19.

"Kapasitas 40 persen bed Covid tetap standby, tidak dihapus sesuai regulasi. Dari 40 persen itu, sebanyak 10 persen dialokasikan untuk tenaga kesehatan dengan jalur khusus," katanya.

Selama pandemi Covid-19 melanda, RSUP Dr Sardjito tetap melayani pasien non-Covid-19 sesuai protokol kesehatan. Dengan kebijakan tersebut, maka layanan kesehatan baik untuk pasien Covid-19 maupun non-Covid-19 tetap dilayani dengan baik.

"Dua-duanya aman terlayani dan situasinya masih terkendali. Jadi kami minta maaf sebelumnya kalau sempat terjadi antrean ada kekurangan kamar karena kondisinya saat itu terbatas," katanya.

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 di wilayah itu pada 12 Februari 2021 bertambah 174 sehingga total kasus sembuh secara kumulatif menjadi 18.053 orang.

"Tambahan kasus sembuh sebanyak 174 kasus," kata Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih, Jumat.

Sementara itu, jika mengacu riwayat kasusnya, kata dia, terdiri atas 40 kasus hasil periksa mandiri, 180 hasil tracing kontak kasus positif, dua kasus screening karyawan kesehatan, satu kasus pelaku perjalanan luar daerah serta 55 kasus masih dalam penelusuran.

Selain itu, ia juga mencatat tambahan kasus meninggal sebanyak delapan orang sehingga total kasus meninggal di DIY menjadi 575 orang. Menurut Berty, tambahan kasus baru saat ini berasal dari hasil pemeriksaan laboratorium di DIY terhadap 1.047 sampel spesimen dari 1.002 orang.

Berdasarkan data dari rumah sakit rujukan, ia mencatat total suspect Covid-19 hingga Jumat (12/2) tercatat 33.354 orang.

Dari jumlah suspect tersebut, 24.812 orang terkonfirmasi positif di mana 18.053 orang di antaranya sembuh dan 575 orang meninggal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yogyakarta diy

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top