Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Banjir Pekalongan Dua Pekan Terakhir, Ribuan Warga Masih di Pengungsian

Salah satu lokasi pengungsi banjir di Aula Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, sempat dikunjungi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Rabu (17/2/2021). Total ada sekitar 230 warga yang mengungsi di lokasi tersebut.
Warga menaiki perahu buatan saat banjir di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (17/2/2021). Sebanyak 1.643 warga korban banjir masih harus tinggal di pengungsian yang tersebar di beberapa titik di Kota Pekalongan./Antara-Harviyan Perdana Putra.
Warga menaiki perahu buatan saat banjir di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (17/2/2021). Sebanyak 1.643 warga korban banjir masih harus tinggal di pengungsian yang tersebar di beberapa titik di Kota Pekalongan./Antara-Harviyan Perdana Putra.

Bisnis.com, PEKALONGAN – Sekitar 1.700 warga Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) masih menghuni tempat-tempat pengungsian akibat bencana banjir yang melanda sejak dua pekan terakhir.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Dimas Arga, mengatakan total ada 19 tempat pengungsian yang disiapkan menampung warga yang terdampak banjir.

Salah satu lokasi pengungsi banjir di Aula Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, sempat dikunjungi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Rabu (17/2/2021). Total ada sekitar 230 warga yang mengungsi di lokasi tersebut.

Setelah meninjau lokasi pengungsi banjir di Pekalongan, Ganjar mengaku tempat pengungsian itu cukup sempit. Bahkan, tempat tersebut tidak ada batas-batas penyekat untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

“Kalau seperti ini berbahaya. Tolong disekat, seperti tempat pengungsian di Merapi. Itu bagus disekat-sekat per keluarga, sehingga potensi penularan Covid-19 bisa ditekan,” ujar Ganjar kepada Wakil Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaidi.

Selain itu, Ganjar juga meminta pengungsi banjir di Pekalongan disebar ke sejumlah titik, mengingat di tempat itu terlalu sesak jumlahnya. Ganjar meminta Pemkot Pekalongan memanfaatkan gedung-gedung sekolah yang ada untuk pengungsian.

“Tadi sudah sepakat dengan pak Wakil Wali Kota, mudah-mudahan mulai besok sudah disekat-sekat agar para pengungsi ini harapannya punya satu ruang per keluarga. Kalau kurang, bisa mencari tempat lain yang terdekat, bisa gedung SD dan lainnya,” katanya.

Dengan penyekatan dan penyebaran pengungsi itu, maka masyarakat lanjut Ganjar akan lebih nyaman, termasuk pemenuhan kebutuhan lain seperti selimut, alas tidur bisa dipenuhi. Selain nyaman, hal itu bisa mengurangi potensi penyebaran kasus Covid-19 di lokasi pengungsi banjir di Pekalongan.

Ganjar juga meminta Dinas Kesehatan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan Covid-19. Ia berharap, jika alat pendeteksi Covid-19 dari UGM, GeNose, sudah dikirim bisa ditempatkan di lokasi pengungsian.

Selain mengecek pengungsi, Ganjar juga mengecek lokasi banjir di Desa Pasir Kraton Kramat, Pekalongan. Dengan berjalan kaki, Ganjar menyusuri gang dengan ketinggian air sampai sepusar orang dewasa. Ganjar juga menyempatkan diri menengok dapur umum yang ada di dekat lokasi bencana.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Sumber : JIBI/Solopos
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper