Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tol Semarang – Demak, Terobosan Konstruksi Simpan Beberapa Keunggulan

Masyarakat Semarang yang tinggal di pesisir pantai akan diuntungkan dengan keberadaan tanggul laut yang membentang. Tak hanya rob, resiko banjir akibat curah hujan tinggi juga bisa diminimalkan.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  20:36 WIB
Trase Jalan Tol Semarang/Demak. Istimewa
Trase Jalan Tol Semarang/Demak. Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG – Tol Semarang – Demak diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di pesisir Semarang. Pasalnya, selain menghubungkan jalur transportasi di dua kota tersebut, Tol Semarang – Demak juga akan memiliki tanggul yang akan mencegah masuknya air laut ke kawasan pemukiman penduduk.

Untuk tanggul itu posisinya nanti kalau ditarik garis lurus itu membentang dari Semarang – Sayung. Berarti, memang seharusnya [banjir] sudah bisa tertangangi di area tersebut,” jelas Deddy Susanto, General Manager Technical PT. PP Semarang – Demak (PPSD), Kamis (18/2/2021).

Ketika dihubungi Bisnis, Deddy juga mengungkapkan bahwa akan dibangun dua kolam penampungan di sisi dalam tanggul. “Jadi air dari sungai-sungai di sekitarnya akan masuk ke kolam tersebut sebelum dipompakan ke laut. Diharapkan, air laut tidak masuk dan air hujan dapat tertampung,” jelasnya.

Satu kolam akan dibangun dengan luas mencapai 225 hektare sementara satu kolam lagi seluas 35 hektare. Kedalaman kolam akan mencapai empat meter. “Untuk banjir yang selama ini terjadi di Pantura, terutama di Genuk dan sampai Sayung, diharapkan sudah bisa teratasi dengan adanya kolam penampungan ini,” tambahnya.

Resiko penurunan tanah atau land subsidence yang diperingatkan sejumlah pakar juga telah diperhitungkan dalam proses pembangunan jalan tol Semarang – Demak. “Kalau penurunan tanah itu statusnya memang tidak bisa ditangani. Tapi memang untuk perencanaan di tol ini sudah memperhitungkan adanya penurunan tanah selama masa konsesi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa infrastruktur ini akan dapat menahan penurunan tanah mulai 2 – 7 centimeter per tahunnya. “Memang tergantung di tiap lokasinya, itu berbeda-beda. Ada yang terkecil itu hanya 2 cm sampai yang terbesar 7 cm [penurunan tanahnya dalam setahun]. Jadi memang sudah dipetakan sesuai kondisi tanahnya masing-masing,” tambahnya.

Tol Semarang – Demak direncanakan dapat beroperasi sepenuhnya pada tahun 2024. Diproyeksikan, pada pertengahan tahun depan, seksi II jalan tol Semarang – Demak sudah dapat beroperasi. Sementara itu, seksi I yang dibangun menggunakan anggaran Pemerintah Pusat diharapkan bisa mulai digunakan pada tahun 2024.

Proses pembebasan lahan pada seksi II jalan tol Semarang – Demak kini telah mencapai 47 persen. “Targetnya di pertengahan tahun ini sudah selesai semua prosesnya [pembebasan lahan],” jelas Deddy.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berharap agar proses pembangunan jalan tol Semarang – Demak dapat segera selesai. Selain itu, ia juga berpesan untuk menggencarkan sosialisasi pembangunan proyek tersebut di masyarakat. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan proses pembebasan lahan.

Perlu ada tim komunikator. Itu akan mengedukasi, desain besar akan ada dampak itu harus jujur disampaikan pada mereka,” jelas Ganjar.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng pantura ganjar pranowo
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top