Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Puluhan Bed Isolasi Covid-19 di Sragen Kosong

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan aktivitas testing tidak begitu gencar seperti sebelum vaksinasi Covid-19. Hal itu karena jumlah SDM terbatas.
Tri Rahayu
Tri Rahayu - Bisnis.com 09 Maret 2021  |  09:28 WIB
Ilustrasi bed pasien di rumah sakit. - Bisnis
Ilustrasi bed pasien di rumah sakit. - Bisnis

Bisnis.com, SRAGEN — Jumlah pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen menurun drastis dan sekarang tinggal 30 orang.

Dengan total kapasitas ruang isolasi Covid-19 sebanyak 85 tempat tidur, kini ada 55 tempat tidur yang kosong. Sedangkan jumlah pasien umum juga minim, yakni hanya 77 orang dari total 208 kapasitas tempat tidur.

Menurunnya jumlah pasien Covid-19 tersebut dugaannya karena turunnya aktivitas testing Kabupaten Sragen. Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dr Didik Haryanto mengungkapkan hal tersebut saat berbincang dengan Solopos.com di ruang kerjanya, Senin (8/3/2021).

Ia menyampaikan jumlah pasien Covid-19 di RSUD Sragen tinggal 30 orang, yang terdiri atas tujuh orang di ruang isolasi ICU dan sisanya di ruang rawat isolasi.

Jumlah pasien Covid-19 tersebut tinggal 35,29 persen dari total kapasitas ruang isolasi sebanyak 85 tempat tidur. Padahal, kata Didik, beberapa hari lalu sudah ada kesepakatan untuk menambah ruang isolasi ICU sebanyak 10 tempat tidur sehingga totalnya 17 tempat tidur.

“Tambahan 10 tempat itu sudah mau dioperasionalkan. Untuk kebutuhan SDM [sumber daya manusia] di ruang isolasi ICU disesuaikan dengan jumlah pasien,” ujarnya.

Dengan adanya pandemi Covid-19 itu, Didik mengaku sudah menutup satu bangsal di RSUD Sragen, yakni Bangsal Rosela. Saat ini RSUD Sragen tinggal memiliki bangsal Sakura, Aster, Teratai, dan ICU.

Kendati jumlah kasus Covid-19 menurun, Didik melihat jumlah pasien yang masuk RSUD itu belum bisa pulih seperti ketika belum ada pandemi Covid-19. “Jumlah pasien umum saja tinggal 77 orang dari 208 tempat tidur yang tersedia. Data terus berubah karena aturannya juga berubah,” terangnya.

Didik melihat penurunan jumlah pasien Covid-19 di RSUD terjadi sejak sebulan terakhir. Ia tak mengetahui penyebabnya karena RSUD menangani ketika ada warga yang masuk dan membutuhkan pertolongan.

“Sebenarnya fenomena apa, saya tidak tahu. Faktor apa? Saya juga tidak tahu. Kemungkinan ada warga yang takut masuk RSUD. Atau justru memang temuan kasus baru memang turun,” ujarnya mengenai jumlah pasien termasuk pasien Covid-19 di RSUD Sragen.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan aktivitas testing tidak begitu gencar seperti sebelum vaksinasi Covid-19. Hal itu karena jumlah SDM terbatas.

Yuni, sapaan akrabnya, mengungkapkan hampir setiap hari petugas puskesmas melakukan vaksinasi. “Kendala keterbatasan SDM inilah yang mengakibatkan turunnya aktivitas testing. Para pasien Covid-19 di rumah sakit juga menurun,” kata Yuni, sapaan Bupati.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr Hargiyanto menyampaikan selain di RSUD turunnya kasus baru Covid-19 itu juga terlihat dari jumlah penghuni ruang isolasi mandiri Technopark Sragen.

Hargiyanto menyebut jumlah penghuni Tecnopark itu tinggal 39 orang atau 13,93 persen dari total kapasitas 280 tempat tidur.

“Sementara turunnya pasien Covid-19 di rumah sakit juga terjadi sampai 50 persen. Pengaruhnya memang PPKM [Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat]. Kami segera melakukan testing sesuai anjuran pemerintah. Sekarang setiap puskesmas sudah dipasok 200 antigen per puskesmas,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng sragen Virus Corona

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top