Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Daerah Karanganyar Tawarkan Saham Rp250.000 per Lembar

Rencana penjualan saham masih menunggu persetujuan Bupati Karanganyar. Nantinya, saham bank milik Pemerintah Kabupaten Karanganyar tersebut akan ditawarkan kepada Bumdes di wilayah tersebut.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 16 Maret 2021  |  15:53 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis.com, KARANGANYAR — Bank Daerah Karanganyar (BDK) Perseroda akan menjual sahamnya kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Karanganyar. Harga lembar saham yang ditawarkan mencapai Rp250.000 per lembar.

Wacana penjualan saham tersebut sudah mendekati final, namun secara teknis masih menunggu petunjuk Bupati Karanganyar. Konsep penjualan saham ini pada prinsipnya mengajak BUMDes untuk terlibat langsung dalam penyertaan modal terhadap BDK,” papar Haryono, Direktur Utama BDK, Selasa (16/3/2021).

Dalam keterangan resminya, Haryono menjelaskan bahwa potensi dana pihak ketiga yang bisa dijaring akan mencapai Rp16 miliar, dengan asumsi 160 desa di Karanganyar mampu membeli saham senilai Rp100 juta. “Ini kan banknya wong Karanganyar sehingga juga kembali untuk warga Karanganyar juga,” tambahnya.

Berdasarkan laporan tahunan BDK 2018, pendapatan bank daerah tersebut mencapai Rp53,7 miliar. Jumlah laba sebelum dipotong pajak mencapai Rp12,3 miliar, sementara laba bersih yang dihasilkan berada di angka Rp8,4 miliar. Sebanyak 50 persen laba yang dihasilkan tersebut dibagikan kepada pemerintah daerah.

Haryanto juga mengungkapkan kesiapan BDK dalam menjalin kerjasama skala makro dengan Pemerintah Desa. BDK menawarkan kerja sama pengelolaan keuangan Dana Desa (AD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang besarannya mencapai Rp130 milyar per tahun.

Sebagai contoh saja, jika desa mau membangun tapi belum ada dana maka BDK siap cover pembiayaannya. Mekanisme pencairan DD atau ADD bertahap sehingga saat belum cair BDK siap menalangi kebutuhan pendanaan pembangunan desa. Kelak jika DD atau ADD sudah cair maka desa tinggal membayar ke BDK,” jelas Haryanto.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyetujui ide kerja sama tersebut. Rekomendasi pun akan diberikan agar DD dan ADD bisa dikelola oleh BDK. “Dengan coverage DD dan ADD senilai Rp130 milyar akan dikelola secara profitable agar bisa memberikan keuntungan bagi desa dan bagi BDK,” jelasnya.

BDK merupakan bank daerah yang telah berdiri sejak tahun 1983. Berpusat di Komplek Perkantoran Cangakan, Karanganyar, BDK memiliki 26 unit kantor pelayanan dengan 5 kantor kas yang tersebar di berbagai wilayah di Karanganyar.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan jateng kabupaten karanganyar
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top