Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

17 Orang Positif Covid-19, 2 RT di Sragen Lockdown

Klaster pe layatan itu berawal saat seorang ibu berinisial H, 35, meninggal dunia karena sakit pada.
Tri Rahayu
Tri Rahayu - Bisnis.com 29 April 2021  |  08:13 WIB
Mutan Virus corona B.1.1.7
Mutan Virus corona B.1.1.7

Bisnis.com, SRAGEN - Dua lingkungan rukun tetangga (RT) di wilayah Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Sragen di-lockdown total lantaran ditemukan 17 orang positif Covid-19 dan satu meninggal dunia.

Sebanyak 80 orang warga sekitar dilakukan swab test sebagai tindak lanjut tracing atas kasus klaster layatan di Sragen tersebut, Rabu (28/5/2021).

Kepala Desa Jetis, Sambirejo, Sragen, Miyarno, saat dihubungi Solopos.com, Rabu (28/4/2021) malam, menyampaikan klaster layatan itu berawal saat seorang ibu berinisial H, 35, meninggal dunia karena sakit pada Selasa (6/4/2021).

Setelah 17 hari kemudian, kata dia, bibinya H yang berinisial M, 60, juga meninggal dunia dan hasil swab test positif terpapar Covid-19, pada Kamis (22/4/2021).

Dalam prosesi pemakamannya, terang Miyarno, suminya H dari Jakarta pulang dan saudaranya dari Brebes ikut melayat dan dilanjutkan tahlilan bersama.

 Dari hasil tracing Mbah M yang dilakukan Jumat [23/4/2021] sebanyak 30 orang dilakukan swab test. Hasilnya keluar pada Selasa [27/4/2021] malam, yakni 17 orang terpapar Covid-19 dan 13 orang negatif.

Dari 17 orang itu kemudian dilakukan tracing lagi pada Rabu  (28/4/2021) siang.

“Ada sebanyak 80 orang ikut swab test dan hasilnya menunggu,” ujarnya.

Miyarno mengatakan Pemerintah Desa Jetis mengambil langkah untuk melakukan lockdown terhadap dua RT itu dengan jumlah keluarga sebanyak 40 keluarga.

Dia mengatakan setiap kepala keluarga (KK) mendapat bantuan sembako senilai Rp300.000 per KK untuk biaya hidup selama lockdown 14 hari.

Selain bantuan dari desa, kata dia, juga ada bantuan dari warga lainnya yang bergotong-royong bersama.

“Dengan munculnya klaster layatan ini harapan kami bisa menjadi pelajaran bagi warga lainnya. Kami mengimbau kepada warga masyarakat yang ada di perantauan supaya tidak pulang dulu. Apa pun keperluannya supaya rencana mudik ditangguhkan sampai situasi aman,” ujarnya.

 

Miyarno juga berharap masyarakat harus sadar dengan protokol kesehatan untuk menjaga kesehatan masing-masing.

Dia meminta seluruh masyarakat harus mentaati protokol kesehatan secara sungguh-sungguh, mulai dari pakai masker, mencuci tangan, jaga jarak, dan seterusnya.

Dia menyatakan kasus Covid-19 ini menjadi kepedulian dan tanggung jawab bersama.

Seorang warga yang tinggal di salah satu RT yang di-lockdown, Agus Widoyo, menyampaikan kasus warga meninggal pertama itu berinisial H karena sakit. Setelah selamatan tujuh hari, sekitar selang waktu 10 hari, Agus mengatakan bibinya H meninggal, yakni Mbah M pada Rabu (21/4/2021).

Pada Jumat (23/4/2021) dilakukan swab test terhadap 30 orang dan 17 orang di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19.

 “Saya juga ikut swab test. Kesadaran warga tinggi untuk ikut swab test sehingga ada 80 orang yang ikut. Hasilnya masih menunggu. Sekarang lockdown ya di rumah. Paling aktivitasnya hanya memelihara hewan ternak. Merumput ke hutan karena permukiman kami pinggiran hutan kaki Gunung Lawu,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Hargiyanto juga membenarkan adanya laporan 17 orang di wilayah Jetis, Sambirejo, positif terpapar Covid-19.

Dia mengakui petugas puskesmas sudah melakukan tracing lanjutan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sragen Covid-19

Sumber : Solopos

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top