Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nestle Bangun Pabrik Baru di Batang, Ini Harapan Gubernur Ganjar

Bahlil memperkirakan bahwa Rp4,5 miliar bisa diterima masyarakat pemasok susu segar apabila pabrik baru tersebut mulai beroperasi secara penuh.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 20 Mei 2021  |  12:20 WIB
Nestle Bangun Pabrik Baru di Batang, Ini Harapan Gubernur Ganjar
Produk kopi kemasan Nestle, Nescafe Gold - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, BATANG – PT. Nestle Indonesia bakal membuka pabrik baru di Bandaraya, Batang.

Presiden Direktur PT. Nestle Indonesia Ganesan Ampalavanar menyebut, bahwa nilai investasi proyek tersebut mencapai US$220 juta.

“Keputusan ini sejalan dengan strategi kami untuk meningkatkan produksi dalam negeri untuk produk bernilai tambah dan berkualitas tinggi guna memenuhi kebutuhan konsumen,” ujarnya dalam acara peletakan batu pertama pabrik bandaraya dan peresmian perluasan pabrik PT. Nestle Indonesia di Batang, Kamis (20/5/2021).

“Saya percaya pabrik baru akan memberikan kesempatan bagi penyerapan tenaga kerja, sehingga mendukung upaya penurunan angka pengangguran,” jelas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam sambutannya.

Nantinya, pabrik baru Nestle tersebut bakal mengolah susu segar dan krim, kopi, cokelat dan kembang gula. Pabrik baru tersebut juga bakal memiliki kapasitas produksi 775 ton per tahun.

Ganjar berharap, apabila telah beroperasi secara penuh, Nestle dapat bekerjasama dengan peternak Jawa Tengah untuk menyediakan bahan baku susu segar.

“Saya menyambut baik dan mengapresiasi komitmen Nestle untuk berinvestasi di Indonesia,” jelas Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Dia menyampaikan, bahwa pemerintah akan berupaya untuk menciptakan iklim investasi yang inklusif dan terbuka untuk semua pihak.

Melalui UU Cipta Kerja, pemerintah memberikan berbagai kemudahan baik kepada calon investor yang ingin membuka usahanya di Indonesia.

Sementara itu, Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan, bahwa komitmen investasi PT. Nestle Indonesia perlu diapresiasi. Pasalnya, selain membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar pabrik, peternak juga dapat menjadi supplier bagi perusahaan.

Bahlil memperkirakan bahwa Rp4,5 miliar bisa diterima masyarakat pemasok susu segar apabila pabrik baru tersebut mulai beroperasi secara penuh.

“Dikalikan 30, maka Rp150 miliar ada dana berputar di Jateng khususnya di Kabupaten Batang,” tambahnya.

Banyaknya investor yang masuk di Jawa Tengah, menurut Bahlil, merupakan bentuk kesigapan pemerintah daerah, serta dinas terkait dalam melihat potensi investasi.

Menurutnya, Jawa Tengah memiliki sejumlah keunggulan.

“Disamping izinnya gampang, tanahnya masih murah, UMR-nya juga masih sangat murah. Sangat kompetitif. Etos kerjanya juga baik,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nestle ganjar pranowo bahlil lahadalia
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top