Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nelayan Gunung Kidul Evakuasi Kapal Hindari Terjangan Ombak Besar

Gelombang tinggi biasa terjadi tiap tahunnya. Tadi pagi, gelombang mulai tinggi yang menerjang Pantai Baron.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Mei 2021  |  15:23 WIB
Nelayan Pantai Baron Gunung Kidul mengevakuasi kapal akibat diterjang gelombang tinggi. - Antara/Sutarmi
Nelayan Pantai Baron Gunung Kidul mengevakuasi kapal akibat diterjang gelombang tinggi. - Antara/Sutarmi

Bisnis.com, GUNUNG KIDUL - Nelayan Pantai Baron bersama Tim Pencarian dan Penyelamatan Satuan Perlindungan Masyarakat Wilayah II Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (26/5/2021), mengevakuasi kapal-kapal dari bibir pantai ke daratan karena ada gelombang tinggi di sepanjang pantai selatan.

Nelayan Pantai Baron, Supardi di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan nelayan sudah mendapat informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY bahwa dalam beberapa hari ke depan akan terjadi gelombang tinggi berkisar empat sampai lima meter.

"Gelombang tinggi biasa terjadi tiap tahunnya. Tadi pagi, gelombang mulai tinggi yang menerjang Pantai Baron. Kemudian, kami langsung mengevakuasi kapal yang biasa diparkir di bibir pantai naik ke daratan," kata Supardi.

Ia mengatakan sampai saat ini, kapal-kapal nelayan sudah dievakuasi dan ada beberapa sedikit rusak akibat dihantam gelombang tinggi tersebut. Selain itu, nelayan tidak melaut untuk beberapa hari ke depan sampai gelombang laut kembali normal.

"Kami tidak melaut. Untuk menopang kebutuhan sehari-hari, kami ikut pengelolaan objek wisata Pantai Baron baik sebagai tukang parkir hingga ada yang memiliki kios warung makan," katanya.

Sementara itu, Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Indah Retno mengatakan penyebab utama gelombang tinggi adalah adanya perbedaan tekanan udara antara belahan bumi bagian selatan atau Samudera Hindia (1028 HPa) dengan tekanan udara di belahan bumi bagian utara yang menyebabkan munculnya badai Yaas dengan tekanan 982 Hpa di Teluk Benggala.

"Kondisi ini menyebabkan peningkatan kecepatan angin di wilayah perairan, sehingga ada peningkatan gelombang di perairan Sumatera, Jawa, Bali, termasuk di Kabupaten Gunung Kidul. Kondisi ini kami perkirakan terjadi lima hari ke depan dengan gelombang air laut masih 3 sampai 5 meter," kata Indah.

Sementara itu, Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunung Kidul Surisdiyanto mengatakan sejak 06.00 WIB, gelombang air laut mulai tinggi. Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, nelayan sejak pagi sibuk memindahkan kapal-kapal nelayan.

"Kami juga mengimbau kepada nelayan tidak melaut terlebih dahulu, dan mengingatkan wisatawan agar lebih berhati-hati saat bermain air di pantai," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng BMKG diy gunung kidul gelombang tinggi

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top