Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Harapan Nakes DIY di Tengah Momen Syawalan

Tenaga kesehatan telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menangani pandemi Covid-19. Diharapkan, pemerintah dapat memberikan timbal balik berupa berbagai perlindungan kepada tenaga kesehatan yang bertugas.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  19:10 WIB
Ilustrasi-Tenaga kesehatan - Dok. Kementerian Kesehatan
Ilustrasi-Tenaga kesehatan - Dok. Kementerian Kesehatan

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Tenaga kesehatan di DI Yogyakarta mengungkapkan sejumlah harapannya kepada pemerintah. Hal tersebut disampaikan bertepatan dengan momen Idulfitri serta agenda syawalan virtual yang digelar Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta pada Senin (31/5/2021).

Di hadapan jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan DI Yogyakarta menyampaikan berbagai keresahannya. “Kami menyampaikan bahwa situasi kesehatan saat ini, terutama kasus Covid-19 masih belum menunjukkan tanda penurunan,” jelas Anugrah Wiendyasari, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.

Anugrah mengungkapkan bahwa tenaga kesehatan di DI Yogyakarta telah mengambil berbagai langkah dan upaya untuk mencegah dan mengendalikan pandemi Covid-19. “Dari tingkat masyarakat, jajaran pemerintahan, dan sektor swasta. Upaya promotif dan preventif dimulai dari sosialisasi dan penegakan prokes di semua tatanan,” jelasnya.

Upaya 3T yaitu testing (pengecekan), tracking (pelacakan), dan treatment (perawatan) bagi pasien Covid-19 juga terus dilakukan. “Serta diperkuat dengan upaya vaksinasi secara bertahap, sesuai dengan kelompok sasaran,” jelas Anugrah.

Anugrah juga berharap agar seluruh pihak dapat terus menegakkan protokol kesehatan di setiap aktivitas. Tak hanya itu, pemerintah juga diharapkan dapat memberikan sejumlah jaminan bagi tenaga kesehatan yang telah bertugas secara maksimal.

“Kami sebagai nakes [diharapkan] mendapatkan perlindungan yang memadai, baik perlindungan terhadap resiko penularan, ataupun perlindungan hukum dan perlindungan lainnya,” pungkasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta, per 30 Mei 2021, kasus Covid-19 yang terkonfirmasi kini berjumlah 44.588 kasus. 459 pasien berada dalam pemantauan, sementara 40.606 orang dinyatakan suspek.

Jumlah korban yang meninggal mencapai 1.176 orang. Sementara itu, jumlah pasien Covid-19 di DI Yogyakarta yang dinyatakan sembuh telah mencapai 41.302 orang.

Penggunaan tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan juga dilaporkan masih terkendali. Dari 139 unit tempat tidur critical, 62 unit di antaranya telah terisi, sementara sisanya adalah 77 tempat tidur. Sementara itu, tempat tidur non-critical yang disediakan sejumlah 802 unit, tersisa 461 unit.

Dilaporkan, pada hari tersebut, terdapat 167 kasus Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh. Distribusi penyebarannya berasal dari Kabupaten Sleman dengan 61 kasus sembuh, Bantul 55 kasus, Kulon Progo 29 kasus, Kota Yogyakarta 15 kasus, dan Gunungkidul dengan 7 kasus.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yogyakarta Virus Corona
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top