Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Karanganyar Tak Alihfungsikan Ruang Isolasi Covid-19

Memasuki minggu pertama bulan Agustus tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 terus mengalami penurunan.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 20 Agustus 2021  |  17:31 WIB
Karanganyar Tak Alihfungsikan Ruang Isolasi Covid-19
Ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, KARANGANYAR - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar tetap mempertahankan tempat tidur yang ada di ruang isolasi, meskipun tingkat keterisian rumah sakit mengalami penurunan.

Kepala Bidang Pelayanan DKK Karanganyar Dwi Rusharyati mengatakan, ruang isolasi dipertahankan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang mungkin saja bisa terjadi.

Menurutnya, memasuki minggu pertama bulan Agustus tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 terus mengalami penurunan.

“Data per Kamis (19/8/2021) tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan di Karanganyar hanya 27 persen. Dari 362 tempat tidur, yang terpakai 98 tempat tidur. Kondisi ini berbeda diawal bulan Juli 2021 dimana tingkat keterisian mencapai 80 persen," katanya, Jumat (20/8/2021).

Dia mengatakan, salah satu penurunan tersebut disebabkan pemberlakukan PPKM yang membatasi kegiatan masyarakat sehingga laju penularan mengalami penurunan.

Selanjutnya, tersedianya lokasi isolasi terpusat (isoter) menjadi faktor penyebab menurunnya tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan. Masyarakat yang bergejala ringan, tidak harus dirawat di rumah sakit.

“Hal ini dibuktikan dengan angka kasus Covid-19 yang terus menurun. Kalaupun ada, hanya sedikit. Meski demikian, kita semua jangan sampai lengah dan terus menerapkan protokol kesehatan,” tambahnya. (k28)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng kabupaten karanganyar
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top