Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Usaha Bank Jateng Tumbuh 14,71 Persen, Ukir Rekor Tiga Tahun Terakhir

Direktur Utama Bank Jateng menyebut bahwa BPD tersebut berada di kondisi yang baik, sehat, dan terus bertumbuh.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  17:44 WIB
(Kiri ke kanan). Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Irianto Harko Saputro, Direktur Utama Supriyatno, serta Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Ony Suharsono, menjawab pertanyaan wartawan dalam Paparan Kinerja Bank Jateng Tahun 2021 yang dilaksanakan pada Senin (10/1/2022). - Bisnis/Muhammad Faisal Nur Ikhsan.
(Kiri ke kanan). Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Irianto Harko Saputro, Direktur Utama Supriyatno, serta Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Ony Suharsono, menjawab pertanyaan wartawan dalam Paparan Kinerja Bank Jateng Tahun 2021 yang dilaksanakan pada Senin (10/1/2022). - Bisnis/Muhammad Faisal Nur Ikhsan.

Bisnis.com, SEMARANG - Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, menjelaskan bank daerah yang dipimpinnya menunjukkan kinerja yang positif pada 2021. "Saat ini Bank Jateng dalam kondisi yang baik, sehat, dan terus bertumbuh," jelasnya dalam Paparan Kinerja Tahun 2021 yang digelar pada Senin (10/1/2022).

Supriyatno mengungkapkan bahwa laba usaha Bank Jateng tumbuh 14,71 persen (yoy). Laba usaha senilai Rp1,77 triliun bahkan menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Dilaporkan, pada 2019 laba usaha Bank Jateng masih berkisar di angka Rp1,35 triliun. Sementara pada 2020, laba usaha berada di Rp1,54 triliun.

Selain laba usaha, kinerja positif Bank Jateng juga tercermin dari pertumbuhan penyaluran kredit serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dimana masing-masing mencatatkan angka pertumbuhan di 2,78 persen (yoy) dan 10,80 persen (yoy).

Sepanjang 2021, Bank Jateng menyalurkan Rp52,53 triliun kredit dan pembiayaan. Dari jumlah tersebut, rasio penyaluran kredit terhadap RPK atau Loan to Deposit Ratio (LDR) pada bulan Desember 2021 berada di 80,38 persen. Meningkat dari angka sebelumnya di 71,53 persen.

"Sementara rasio kredit bermasalah atau NPL (non performing loan) berhasil diturunkan dari 3,52 persen pada Desember 2020 menjadi 3,17 persen dan masih di bawah batasan sesuai ketentuan otoritas maksimal 5 persen," jelas Supriyatno.

Bank Jateng juga terus berupaya untuk mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Sepanjang 2021, Rp4,51 triliun Kredit Usaha Rakyat atau KUR berhasil disalurkan. Secara year-on-year, jumlah tersebut mengalami pertumbuhan 70,45 persen.

Bantuan kredit juga diberikan kepada pelaku usaha dari kelompok milenial melalui Kredit Mitra Jateng (KMJ) Millennial. "Kita ungkit kaum milenial yang dinamis dan potensial, agar menjadi kekuatan yang besar dalam perekonomian ke depan," jelas Supriyatno.

Supriyatno mengatakan jajarannya bakal terus meningkatkan jangkauan kredit usaha tersebut hingga ke pelosok-pelosok Jawa Tengah. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan Unit Layanan Mikro (ULM) yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Bank Jateng sendiri saat ini telah memiliki 94 ULM.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan jateng bank jateng
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top