Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tembus 1.411 Kasus, Puncak Gelombang Ketiga Covid-19 di Yogyakarta Diprediksi Masih 2 Pekan Lagi

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi memprediksi puncak gelombang ketiga kasus Covid-19 di Yogyakarta masih dua pekan lagi.
Sirojul Khafid
Sirojul Khafid - Bisnis.com 15 Februari 2022  |  21:57 WIB
Tembus 1.411 Kasus, Puncak Gelombang Ketiga Covid-19 di Yogyakarta Diprediksi Masih 2 Pekan Lagi
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron - DW.com
Bagikan

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memprediksi puncak gelombang ketiga Covid-19 masih berlangsung dua pekan lagi.

Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, setelah Februari 2022 berakhir, kasus tidak naik lagi.

“Karena kalau kami lihat dari jumlah kasusnya sekarang, ini separuh dari kasus ketika [gelombang varian] Delta jumlahnya,” kata Heroe, Selasa (15/2/2022).

“[Varian Omicron] ini karakter penularannya cepat, tapi tingkat keparahannya tidak separah Delta. Perkiraan kami memang 1-2 pekan itu akan mencapai puncaknya,” lanjutnya.

Per 13 Februari 2022, total kasus Covid-19 aktif di Kota Jogja sebanyak 1.411 kasus. Sebagian besar orang yang kena Covid-19 menjalani isolasi mandiri. Sementara yang dirawat di rumah sakit baik intensif maupun non intensif sebanyak 98 orang dari kapasitas 324 kamar. Selter Bener, Tegalrejo, sudah terisi 55 dari kapasitas 86 kamar.

Orang positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri akan mendapat bantuan makanan dari Pemkot Jogja.

“Kami ngasih [bantuan] tergantung rekomendasi dari kelurahan karena kebanyakan mereka tanpa gejala,” kata Heroe.

“Jadi enggak semua mendapat [bantuan] permakanan, nanti rekomendasi dari gugus tugas kelurahan,” tambahnya.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh aturan PPKM Level 3. Hal ini sebagai salah satu cara untuk menurunkan potensi penularan Covid-19.

“Kami harus belajar dari pengalaman saat gelombang dua pada Juni-Oktober tahun lalu. Dibutuhkan waktu sekitar empat sampai lima bulan untuk membuat grafik kasus menjadi landai,” kata Haryadi.

Apabila gelombang ini berkepanjangan, pembatasan bisa lebih lama dan juga diperketat. Selain kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi aturan PPKM Level 3, pengawasan juga menjadi bagian penting dalam penerapan PPKM.

“Pengetatan aturan tanpa ada pengawasan juga tidak akan berjalan dengan optimal. Makanya pengawasan ini sangat penting dilakukan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yogyakarta Covid-19 PPKM Level 3

Sumber : Harian Jogja

Editor : Setyo Puji Santoso
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top