Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemilik Taman Safari Siap Jadi Investor TSTJ Solo, Anggaran Awal yang Disiapkan Rp20 Miliar

Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) akan dirombak total. Pemilik Taman Safari Indonesia siap menjadi investornya.
Mariyana Ricky Prihatina Dewi
Mariyana Ricky Prihatina Dewi - Bisnis.com 22 Februari 2022  |  19:40 WIB
Ilustrasi kebun binatang
Ilustrasi kebun binatang

Bisnis.com, SOLO - Pemerintah Kota Solo fokus melakukan revitalisasi kebun binatang Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).

Rencana melakukan revitalisasi tersebut disambut baik oleh Pemilik sekaligus Deputi Direktur Taman Safari Indonesia, Hans Manansang.

Hans mengaku siap menggelontorkan anggaran senilai Rp20 miliar untuk membantu Pemkot Solo dalam menyulap kebun binatang tersebut menjadi lebih modern.

Nilai investasi tersebut bahkan hanya untuk fase pembangunan tahap awal, yaitu untuk pembangunan pintu masuk TSTJ hingga sekitaran danau. Sedangkan fase pembangunan berikutnya akan menyesuaikan kebutuhan.

Hans mengatakan, TSTJ tersebut nantinya akan dikonsep menjadi tempat edukasi dan konservasi atau mirip dengan Taman Safari Indonesia.

“Ada edukasi, bisa belajar mengenai satwa dengan habitat dan sifat seperti di alam sebenarnya. Sehingga tidak melihat binatang di tempat yang tertutup atau kandang,” katanya di Rumah Dinas Loji Gandrung, Selasa (22/2/2022) siang.

“Kami akan memperbaiki kandangnya, konsepnya seperti Taman Safari. Semua sifatnya terbuka, pengunjung melihat tidak ada hewan yang terkungkung lagi,” tambah Hans.

Dengan konsep itu, nantinya koleksi satwa akan dibebaskan di sekitar pengunjung, meski tanpa bersentuhan. Pengunjung tetap berjalan kaki, namun konsepnya sedikit berbeda dengan Taman Safari.

“Yang jelas tidak ada jeruji, namun ada pemisahan zona konservasi dan edukasi. Setiap zona bisa bercerita seperti apa satwa di habitat aslinya,” ujar investor TSTJ Solo tersebut.

Ihwal konservasi, Hans bakal berupaya mendorong perkembangbiakan hewan-hewan koleksi. TSTJ Solo yang memiliki dua koleksi gajah betina bakal dicarikan jodoh sehingga dari lembaga konservasi yang dibangun pada 1976 itu bakal lahir satwa baru.

Selain itu, menambah koleksi hewannya agar lebih kaya, utamanya endemik Indonesia dan Asia.
“Revitalisasi di lahan existing sekarang sangat bisa, karena sangat luas. Kami melihat bukan hanya investasi tapi revitalisasi, edukasi, sehingga mereka yang datang bisa lebih mencintai satwa, utamanya satwa Indonesia,” ucapnya.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan dengan adanya investor tersebut nantinya TSTJ akan dirombak total.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Solo kebun binatang taman safari indonesia

Sumber : Solopos.com

Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top