Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 di Gunungkidul Masih Tinggi, BOR Rumah Sakit Lebih dari 40 Persen

Tingkat keterisian kamar atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di Kabupaten Gunung Kidul di atas 40 persen. Ini alasannya.
David Kurniawan
David Kurniawan - Bisnis.com 16 Maret 2022  |  20:45 WIB
Kasus Covid-19 di Gunungkidul Masih Tinggi, BOR Rumah Sakit Lebih dari 40 Persen
Tenaga kesehatan mendorong brankar dari ruangan bekas isolasi pasien Covid-19 di Rumah Sakit - Antara

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, sudah mendengar informasi tentang tingkat ketersediaan tempat tidur perawatan Corona menjadi perhatian Kementerian Kesehatan. Pasalnya, bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di atas 40 persen.

Menurut dia, ada beberapa penyebab yang membuat pasien positif di rawat masih tinggi. Selain masih adanya kasus penularan, juga disebabkan karena layanan kesehatan yang terbatas.

Di sisi lain, kapasitas ruang perawatan yang dimiliki masih terbatas karena keberadaan rumah sakit di Gunungkidul juga terbatas. Kondisi ini berdampak terhadap penyediaan ruang perawatan Corona yang harus dibagi dengan perawatan umum lainnya.

Dewi mengungkapkan, untuk tempat tidur perawatan corona disediakan sebanyak 135 unit. Sedangkan hingga Rabu (16/3/2022) ada yang dirawat di rumah sakit sebanyak 60 pasien.

“Kalau diprosentase keterisiannya sekitar 44%,” katanya, Rabu.

Menurut Dewi, ketersediaan ruang perawatan Corona teruh berubah karena beberapa hari lalu sempat tersedia sebanyak 153 tempat tidur. Meski demikian, penyediaan disesuaikan dengan kondisi, salah satunya menyangkut ketersediaan tenaga kesehatan. “Petugas medis juga ada yang kena. Jadi, harus kami sesuaikan jumlah tempat tidur yang bisa ditangani,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan ada upaya penambahan tempat tidur perawatan apabila jumlah pasien yang dirawat terus bertambah. “Kalo langsung banyak kasian rumah sakit karena tempat tidurnya banyak yang kosong. Jadi, sementara waktu, tempat perawatan ada yang tetap untuk pasien non covid, baru nanti kalau ada lonjakan yang digunakan merawat pasien corona akan ditambah seperti pengalaman di tahun lalu,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunungkidul Covid-19

Sumber : Harian Jogja

Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top