Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Transaksi QRIS di Trans Jateng Tembus 11.900 Kali

Rute Semarang—Bawen merupakan rute yang paling banyak melakukan pembayaran menggunakan QRIS dengan porsi 30 persen dari total transaksi.  
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 01 April 2022  |  15:32 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro (kanan) didampingi Kepala Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra saat memberikan keterangan kepada wartawan usai acara Internalisasi Penggunaan Transaksi Non Tunai dengan QRIS pada Trans Jateng oleh Bank Indonesia (1/4/2022).  - Bisnis/Alif Nazzala R
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro (kanan) didampingi Kepala Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra saat memberikan keterangan kepada wartawan usai acara Internalisasi Penggunaan Transaksi Non Tunai dengan QRIS pada Trans Jateng oleh Bank Indonesia (1/4/2022). - Bisnis/Alif Nazzala R

Bisnis.com, SEMARANG — Frekuensi dan nominal transaksi QRIS pada moda transportasi umum Trans Jateng terus menunjukkan pertumbuhan positif sejak diluncurkan pada 2021 lalu.  

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa dalam tiga bulan terakhir frekuensi transaksi menggunakan QRIS di Trans Jateng meningkat sebesar 44 persen. 

Ia menambahkan bahwa sampai dengan 31 Maret 2022 total penggunaan QRIS sudah mencapai sekitar 11.900 transaksi. Rute Semarang—Bawen merupakan rute yang paling banyak melakukan pembayaran menggunakan QRIS dengan porsi 30 persen dari total transaksi.  

"Saat ini Trans Jateng telah melayani 6 rute dan akan menambahkan satu rute lagi pada tahun depan," katanya dalam acara Internalisasi Penggunaan Transaksi Non Tunai dengan QRIS pada Trans Jateng oleh Bank Indonesia (1/4/2022). 

Adapun, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah juga berkomitmen terus mendukung perluasan digitalisasi sistem pembayaran QRIS pada terminal-terminal angkutan umum. 

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengatakan dengan digitalisasi sistem pembayaran QRIS ini tata kelola pemerintah menjadi transparan dan tidak ada kebocoran.  

"Bagi penyelenggara moda transportasi, QRIS sangat tepat untuk digunakan karena interoperabilitas, kemudahan, dan keamanan yang disediakan. Pramujasa pada moda transportasi juga akan terhindar dari transaksi dengan uang palsu serta tidak perlu lagi menyediakan uang pecahan kecil sebagai kembalian," ujarnya. 

Dari sisi transaksinya, QRIS baik statis dan dinamis dapat langsung dipindai (scan) oleh pelanggan melalui smartphone penumpang transportasi dan seketika transaksi dapat langsung terjadi.  

"Bank Indonesia menargetkan 2,1 juta pengguna QRIS di Jawa Tengah sepanjang tahun 2022. Ke depan, untuk mencapai target tersebut selain melakukan sosialisasi kepada pegawai pemerintahan, Bank Indonesia akan terus melakukan sosialisasi kepada perbankan dan UMKM," jelasnya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bi jateng QRIS
Editor : Farodlilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top