Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PMK Serang Kebo Bule Keraton Surakarta, Satu Ekor Meninggal

Hewan itu sekarang dikarantina, yang bisa mendekati kandang dan memberi makan kebo bule Keraton Solo pascatemuan kasus PMK hanya petugas atau penjaganya.
Kurniawan
Kurniawan - Bisnis.com 23 Juli 2022  |  16:29 WIB
PMK Serang Kebo Bule Keraton Surakarta, Satu Ekor Meninggal
Dokumentasi kebo bule. - JIBI

Bisnis.com, SOLO — Kondisi tujuh ekor kebo bule Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang terjangkit penyakit kuku dan mulut atau PMK diklaim stabil pada Jumat (22/7/2022). Kerbau-kerbau keturunan Kiai Slamet itu sudah mendapatkan suntikan tiga jenis obat atau cairan pada Kamis (21/7/2022).

Namun untuk sementara waktu masyarakat umum tidak dibolehkan untuk mengunjungi atau memberi makan kerbau-kerbau itu di kandang mereka di Alun-Alun Kidul (Alkid) Keraton Solo. Hal itu dengan pertimbangan kondisi kesehatan.

Penjelasan itu disampaikan Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KP Dani Nur Adiningrat, saat diwawancarai JIBI, Jumat (22/7/2022). “Untuk pencegahan, bagi pengunjung yang biasa memberi makan, mohon maaf karena lagi dikarantina, tidak bisa,” terangnya.

Menurut Dani, yang bisa mendekati kandang dan memberi makan kebo bule Keraton Solo pascatemuan kasus PMK hanya petugas atau penjaganya. Hingga Jumat siang, lanjutnya, kondisi kerbau-kerbau yang kena PMK relatif stabil. “Kondisi siang ini lumayan stabil, baik. Semoga bisa segera sembuh,” urainya.

Dani mengungkapkan berdasarkan informasi yang ia peroleh, pada Jumat itu tim kesehatan hewan dari Pemkot Solo bertolak ke Semarang untuk mengambil vaksin. Sedangkan untuk obat-obatan sudah diberikan pada Kamis. “Ini terus dipantau saban hari,” ujarnya.

Dani menjelaskan tujuh kebo bule yang terjangkit PMK berada di kandang sisi selatan sebelah barat di kawasan Alun-alun Kidul. Tujuh kerbau itu secara penempatan sudah terpisah dengan kerbau-kerbau lain di area itu.

Sebab kerbau lainnya berada di kandang sisi selatan sebelah timur. Antara kandang barat dan timur berjarak cukup jauh dan terpisahkan jalan untuk kendaraan bermotor. “Jadi kandang sebelah selatan ada barat dan timur, dipisahkan sisi barat dan timur,” sambungnya.

Terpisah, adik Paku Buwono (PB) XIII yang juga Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Solo, GKR Wandansari atau Gusti Moeng, saat dihubungi JIBI Kamis malam, menuturkan total ada delapan kebo bule Keraton Solo kena PMK.

Dari jumlah itu, ada satu yang mati pada Kamis (21/7/2022) pagi. Namanya Nyi Apon berusia 20 tahun. Nyi Apon langsung dikuburkan pada hari itu juga. Akibat adanya kerbau yang mati dan tujuh lainnya terjangkat PMK, hewan yang menjadi ikon pada kirab malam 1 Sura di Keraton terancam absen pada kirab tahun ini.

Apalagi waktu penyelenggaraan kirab malam 1 Sura akhir bulan ini waktunya tinggal kurang lebih sepekan lagi. Tidak cukup waktu untuk mempersiapkana kerbau-kerbau muda yang tidak kena PMK karena sebelumnya mereka belum pernah ikut kirab.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sapi surakarta jateng

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top