Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Cabai Rawit di Wonogiri Turun Menjadi Rp60.000 Per Kilogram

Harga berbagai jenis cabai sudah mulai turun sejak sepekan terakhir.
Muhammad Diky Praditia
Muhammad Diky Praditia - Bisnis.com 26 Juli 2022  |  13:40 WIB
Harga Cabai Rawit di Wonogiri Turun Menjadi Rp60.000 Per Kilogram
Pedagang cabai rawit melayani pembeli. - Antara/Arnas Padda

Bisnis.com, WONOGIRI – Harga jual cabai di Pasar Wonogiri mulai turun sejak sepekan terakhir. Cabai rawit merah yang sempat menyentuh harga Rp100.000/kg menjelang Iduladha, kini sudah turun menjadi Rp60.000/kg. Penurunan harga tersebut membuat pedagang dan konsumen semringah.

Pedagang aneka bahan pangan di Pasar Wonogiri, Riski, mengatakan harga berbagai jenis cabai sudah mulai turun sejak sepekan terakhir.

Dua pekan lalu harga cabai rawit merah atau sret masih menyentuh Rp90.000/kg. Kemudian satu pekan lalu harga cabai sret sudah turun menjadi Rp70.000/kg. Sekarang harga cabai sret turun lagi menjadi Rp60.000/kg.

Kendati begitu, Riski tidak bisa memastikan apakah harga cabai sret akan terus turun.

Sebab, selama ini harga cabai sret sering tidak stabil. Ia hanya bisa mengikuti harga yang diberikan dari penyuplai. Riski biasa kulak cabai dari Tawangmangu atau Jawa Timur.

Dia tidak hanya mempunyai satu penyuplai. Hal itu bertujuan agar dia bisa memilih harga cabai mana yang paling murah.

Selain itu, untuk berjaga agar jangan sampai stok cabai tidak ada. Dalam sehari, Riski menyediakan sekitar 20 kg cabai sret.

“Harga cabai itu masih naik turun terus, enggak stabil. Kalau cabai lagi murah, kadang barangnya suka sedikit. Tapi itu enggak mesti,” kata Riski saat ditemui Solopos.com di di los pedagang lantai dua Pasar Wonogiri, Selasa (26/7/2022).

Pedagang aneka bahan pangan lain, Karsi, mengungkapkan hal serupa. Harga cabai sret Rp60.000/kg merupakan harga terendah sejak sekitar sebulan terakhir.

Menurut dia, harga cabai sret pernah menyentuh Rp100.000/kg di Wonogiri. Kemudian turun secara perlahan sejak dua pekan belakangan. Dua pekan lalu, harga cabai Rp90.000/kg, beberapa hari berikutnya turun Rp80.000/kg, sepekan lalu Rp70.000/kg, dan sekarang menjadi Rp60.000/kg.

Tren penurunan ini membuat ia senang. Sebab konsumen mulai membeli cabai sret seperti sedia kala, yaitu ¼ kg- 1 kg. Ketika harga terlalu tinggi, konsumen hanya membeli beberapa biji cabai saja, beratnya 1 ons.

“Kalau melihat harga dari kemarin-kemarin sampai sekarang, seperti harga cabai akan turun lagi. Mungkin bisa kembali ke harga normal sekitar Rp30.000/kg. Tapi itu tidak pasti juga. Kadang harga sudah turun jauh, besoknya naik lagi. Cabai memang seperti itu,” jelas Karsi di los pedagang lantai satu.

Pedagang lain, Suwarni, mengaku belum berani menyediakan cabai sret dalam jumlah banyak meski harga sudah turun.

Sekarang dia masih menyediakan cabai sret paling banyak 5 kg sehari. Jika harga normal, Suwarni menyediakan cabai sret sekitar 10 kg sehari.

“Kalau menyediakan banyak takut enggak habis. Sekarang harganya belum stabil. Masih sering naik-turun. Makanya saya menyediakan cabai sret maksimal 5 kg. Jadi enggak rugi, karena pasti habis. Tapi kalau 5 kg kehabisan, ya tinggal beli lagi di lantai dua,” tutur Suwarni.

Berdasarkan data sektoral Go statistik Kabupaten Wonogiri, dua pekan lalu Rabu (13 Juli 2022) harga cabai sret menyentuh Rp90.000/kg. Sepekan kemudian, Rabu (20/7/2022) harga cabai sret turun menjadi Rp72.000/kg. Kemudian per Senin (25/7/202) harga cabai sret menjadi Rp60.000/kg.

Sementara itu, harga cabai jenis lain, seperti cabai besar merah biasa Rp70.000/kg turun dari harga sebelumnya Rp75.000/kg pada pekan lalu. Cabai besar keriting Rp70.00/kg. Cabai rawit hijau Rp30.000/kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga cabai wonogiri jateng

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top