Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Buka Harkop Hybrid Expo 2022, Ganjar: Jangan Lihat Jeleknya Saja

Ganjar menyebut koperasi sektor riil punya peluang untuk terus berkembang. Modernisasi dan perbaikan kelembagaan jadi syaratnya.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 26 Juli 2022  |  13:52 WIB
Buka Harkop Hybrid Expo 2022, Ganjar: Jangan Lihat Jeleknya Saja
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menengok produk yang dihasilkan anggota koperasi yang mengikuti pameran Harkop Hybrid Expo (H2O) 2022 di halaman Gedung Gradhika Bhakti Praja pada Selasa (26/7/2022). - Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membuka acara Harkop Hybrid Expo (H2O) 2022 pada Selasa (26/7/2022). Acara tersebut digelar untuk memeriahkan Hari Koperasi Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 Juli.

Ganjar menyebut perkembangan gerakan koperasi di Jawa Tengah sudah berjalan dengan baik. “Gak buruk-buruk amat sih, tapi rasa-rasanya mesti harus beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dunia teknologi, memerbaiki sistem yang ada,” jelasnya selepas mengunjungi gerai koperasi yang mengikuti pameran di halaman Gedung Gradhika Bhakti Praja.

Perbaikan sistem kelembagaan koperasi menjadi penting untuk dilakukan mengingat banyaknya jumlah anggota koperasi yang bergabung. Ketika koperasi tidak mampu menjalankan usahanya dengan baik, bukan tidak mungkin anggota yang berharap untung malah ikut menanggung kerugiannya.

Sistem kelembagaan yang buruk tidak cuma menyoreng reputasi koperasi, tapi juga berpotensi merugikan masyarakat. Untuk itu, dari jauh-jauh hari Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah telah meminta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Dinkop-UMKM) untuk bisa menertibkan koperasi-koperasi yang tidak sehat itu.

“Dulu saya minta Dinkop-UMKM untuk mereview semuanya. Koperasi yang ora cetho tak suruh sudah di euthanasia, disuntik mati. Bukan apa-apa, agar kemudian orang berkoperasi di koperasi terpercaya, yang kredibel,” jelas Ganjar.

Satu per satu, koperasi yang tidak sehat dan tidak aktif di Jawa Tengah mulai ditertibkan. Ganjar mengimbau masyarakat untuk tidak menilai gerakan koperasi dari kasus negatif itu. “Jangan melihat jeleknya saja. Karena yang baiknya sekarang lagi kita pamerkan,” ucap Ganjar.

Selain perbaikan sistem kelembagaan, Ganjar juga berharap koperasi-koperasi di Jawa Tengah bisa mengikuti perkembangan zaman. Modernisasi koperasi menjadi langkah yang tak terhindarkan, terlebih di era digital seperti sekarang ini.

“Kalau dulu ada lumbung pangan, sekarang lumbung pangannya modern. Nelayan sudah pakai mesin, modernisasi. Petani juga sama. [Industri] pengolahan juga sama. Maka modernitasnya bergerak ke sana, anggotanya [koperasi] pasti senang,” jelas Ganjar.

Acara H2O 2022 sendiri melibatkan 55 koperasi dari sektor riil yang beroperasi di berbagai daerah di Jawa Tengah. Selain memamerkan produknya, para pengurus koperasi juga diajak untuk berdiskusi mengenai perkembangan gerakan koperasi di Tanah Air, khususnya di Jawa Tengah.

Tak hanya membuka acara secara resmi, Ganjar juga menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari dengan Koperasi Pemasaran Karya Putera Bangsa. Melalui PKS tersebut, KSP Nasari bakal memberikan fasilitas pembiayaan serta permodalan usaha sebesar Rp3 miliar kepada Koperasi Pemasaran Putera Bangsa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

koperasi jateng
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top