Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kunjungi UGM, Dirut Holding PTPN Ungkapkan Tantangan Swasembada Gula

Pendirian Sugar Co menjadi salah satu upaya PTPN Holding untuk merestrukturisasi industri dan bisnis gula nasional.
Ilustrasi: Pekerja menata tebu di bak truk saat panen di Desa Kewadungan, Kediri, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Ilustrasi: Pekerja menata tebu di bak truk saat panen di Desa Kewadungan, Kediri, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, SEMARANG - Pemenuhan target swasembada gula nasional masih menghadapi jalan terjal. Pasalnya, industri gula dalam negeri masih punya ketergantungan besar pada pasokan gula impor.

Direktur Utama Holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Persero Mohammad Abdul Ghani menyebut dua per tiga kebutuhan gula nasional masih dipenuhi secara impor.

"Ada beberapa permasalahan yang dihadapi, antara lain adanya pola penggunaan lahan belum optimal. Belum optimalnya tata kelola PTPN sebagai pelaku industri gula nasional dan efisiensi pabrik rendah. Belum lagi soal keterbatasan varietas unggul serta formulasi kebijakan pemerintah yang belum menjawab problematika yang ada," jelas Ghani dalam acara peringatan Dies Natalis Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (27/9/2022).

Ghani mengungkapkan Holding PTPN mesti memenuhi target produksi gula dari 768.000 ton gula menjadi 2,1 juta ton per tahunnya. Untuk itu, pembentukan Sugar Co menjadi salah satu strategi yang diambil perseroan untuk merestrukturisasi industri dan bisnis gula nasional.

Melalui Sugar Co, Holding PTPN bakal membangun pabrik-pabrik gula baru di beberapa daerah. Perluasan lahan perkebunan tebu juga bakal dilakukan. Bahkan, anggaran sebesar Rp19,4 triliun sudah disiapkan untuk merealisasikan rencana tersebut.

"Beberapa program strategis Sugar Co antara lain pengembangan tebu rakyat, pengembangan tebu sendiri pada lahan HGU, dan modernisasi serta peningkatan kapasitas pabrik gula," jelas Ghani.

Pada perkembangan lain, untuk mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan nasional Holding PTPN juga bakal terus mengembangkan model tanam tumpang sari atau mixed cropping.

"Melalui model tumpang sari maka akan diperoleh pendapatan tambahan dari produk tanaman lain, seperti kedelai, selain dari tanaman tebu," jelas Ghani.

Ghani juga menyebut moden penanaman itu juga bakal meningkatkan keberagaman hasil produksi industri Holding PTPN. Tak cuma gula, gabungan industri plat merah itu juga bisa menghasilkan molase, etanol, serta bahan baku pupuk organik.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikun berharap agar petani tebu rakyat bisa dilibatkan dalam upaya pemenuhan swasembada gula nasional. Rencana pembangunan pabrik-pabrik gula anyar, menurut Soemitro, semestinya digarap di lokasi-lokasi yang secara historis petaninya sudah berpengalaman menanam tebu.

"Seperti di Batang dan Pekalongan, itu di pinggir tol banyak tanaman tebu. Kenapa tidak lahan seperti itu yang ditingkatkan produktivitasnya?," ucapnya beberapa waktu lalu.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Sumber : Siaran Pers

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper