Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Gabah Naik, Petani Beras Organik Boyolali Ikut Panen Cuan

Petani memilih menjual lepas beras organik yang dipanen ke pihak ketiga. Selain omzet yang lebih besar, petani tak perlu pusing memikirkan jalur distribusi.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 06 Oktober 2022  |  20:56 WIB
Harga Gabah Naik, Petani Beras Organik Boyolali Ikut Panen Cuan
Calon pembeli mengecek kualitas beras. - Antara/M Risyal Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG - Petani beras organik yang tergabung dalam Aliansi Petani Padi Organik Boyolali (Appoli) tengah memanen cuan. Pasalnya, harga gabah di tingkat petani dan produsen di Jawa Tengah dilaporkan dengan naik.

"Pembelian kami untuk gabah putih, artinya beras kelas C4, itu giling sudah di harga Rp6.250 per Kg. Sedangkan beras merah giling sudah Rp6.500, kemudian gabah wangi itu kami beli sudah Rp.6.500, sedangkan untuk beras hitamnya Rp7.500 per Kg. Semuanya full organik bersertifikat," jelas Siswandi Endro Subroto, Ketua Appoli, Kamis (6/10/2022).

Endro menjelaskan bahwa pihaknya hanya membeli beras dari petani-petani yang sudah menjadi anggota Appoli. Hal tersebut dilakukan guna menjaga kualitas padi yang dihasilkan. "Karena harus diawasi dan bersertifikasi," ucapnya melalui sambungan telepon kepada Bisnis.

Appoli sendiri lebih banyak menjual beras organiknya ke pihak ketiga sebagai distributor. Setiap bulannya, pengiriman beras organik berbagai jenis ke distributor bisa mencapai 30 ton. Sementara itu, sisa produksi dijual dan dikemas secara swadaya dengan merek Arjuna. "Cuma ratusan Kg per bulannya," jelas Endro.

Endro menyebut, petani beras organik di Boyolali lebih memilih untuk menjual lepas beras produksinya ke pihak ketiga. Pasalnya, omzet yang dihasilkan bisa lebih besar. Petani juga tak perlu memikirkan jalur distribusi beras organik tersebut.

"Saya ada luasan 135 hektare, 50 hektare pada musim panen ketiga ini ditanami padi. Yang 60 hektare itu habis panen palawija dan jagung, kacang, kedelai. Dan sisanya itu belum ditanami, karena mengandalkan sistem tadah hujan," jelas Endro.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada September 2022 harga Gabah Kering Giling (GKG) serta Gabah Kering Panen (GKP) mengalami kenaikan hingga tujuh persen secara month-to-month (MtM).

"Nilainya untuk GKG [di tingkat penggilingan] sudah mencapai Rp5.611,85 per Kg, di atas dari harga patokan pemerintah sebesar Rp5.250 per Kg. Demikian juga untuk GKP harganya sudah mencapai Rp4.941,78 per Kg ini sudah di atas dari harga patokan pemerintah senilai Rp4.250 per Kg," jelas Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Adhi Wiriana, beberapa waktu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

beras organik boyolali jateng
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top