Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ancaman Bencana, BPBD Jateng Mengingatkan Ada Potensi Siklon Tropis 94S

Peringatan dini BMKG, disampaikan pada 22-23 November mendatang wilayah Jawa Tengah berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat dan angin kencang.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 21 November 2022  |  21:14 WIB
Ancaman Bencana, BPBD Jateng Mengingatkan Ada Potensi Siklon Tropis 94S
Ilustras siklon dalam peta satelit. - Antara/BMKG
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG - Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengalami gempa dengan kekuatan magnitudo 5,6 pada Senin (21/11/2022) pukul 13.21 WIB. Puluhan orang dan ratusan orang terluka dalam kejadian tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah memantau dampak ikutan gempa Cianjur. "Khususnya di Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Brebes. Sementara ini belum ada laporan dari rekan-rekan di wilayah tersebut," jelas Dikki Rulli Perkasa, Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Provinsi Jawa Tengah, saat dihubungi Bisnis.

Sebagai informasi, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cilacap merupakan dua daerah yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat. Sementara gempa Cianjur sendiri dirasakan hingga wilayah Jabodetabek.

Selain mitigasi dampak gempa Cianjur, BPBD Provinsi Jawa Tengah juga mewaspadai terjadinya cuaca buruk akibat siklon tropis 94S. Dalam peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), disampaikan bahwa pada 22-23 November mendatang wilayah Jawa Tengah berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat dan angin kencang.

Bibit siklon tropis 94S terpantau di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Tengah. Berdasarkan peringatan dini BMKG, angin bergerak dengan kecepatan maksimum 25 knot dan tekanan minimum 1006,1 hPa. Bibit siklon tersebut bergerak ke arah timur-tenggara dan berpotensi rendah untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.

Akibat pergerakan siklon tersebut, daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi muncul di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Kondisi itu berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, juga gelombang laut.

"Walaupun demikian, saat ini kami tetap intens berkomunikasi dengan teman-teman BMKG. Apakah potensi dampak peningkatan curah hujan di Jawa Tengah ataupun potensi angin kencang dan bencana susulan lainnya," jelas Dikki.

Adapun Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang telah mengeluarkan peringatan dini yang berlaku pukul 16.30-19.30 WIB untuk wilayah tengah ke arah timur Jawa Tengah. Dilaporkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bisa disertai kilat dan angin kencang.

Peringatan dini tersebut berlaku untuk sebagian wilayah Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Pati, Kabupaten Semarang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Kendal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cianjur jateng bencana alam
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top