Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Strategi Bos KIW Hadapi Isu Resesi di 2023 Nanti

Meski sektor favorit investasi ke Jateng melemah, namun masih ada investor-investor baru pada setor tersebut yang melirik kawasan yang dikelola PT KIW.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 25 November 2022  |  20:18 WIB
Begini Strategi Bos KIW Hadapi Isu Resesi di 2023 Nanti
Direktur Utama PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) Ahmad Fauzie Nur (tengah) saat memberikan paparan dalam perayaan HUT KIW yang dilakukan secara virtual. - Bisnis/Alif N. 
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG - PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) sebagai perusahaan plat merah membawa semangat positif di pengujung tahun 2022 ini. Meskipun kondisi perekonomian global masih menunjukkan gejala pelemahan, namun Indonesia masih punya banyak daya tarik untuk menarik investor dari dalam maupun luar negeri.

"Di Batang misalnya, sudah ada fasilitas gas yang jadi komitmen pemerintah untuk memberikan layanan terbaik bagi investor. Kalau dilihat dari jaringan gas yang dikembangkan juga kan melewati kawasan lain di Jawa Tengah. Secara agregat ini akan meningkatkan infrastruktur layanan ke investor," jelas Direktur Utama PT KIW, Ahmad Fauzie Nur saat dihubungi Bisnis, Jumat (25/11/2022).

Fauzie menilai, Jawa Tengah bagian utara masih menjadi kawasan yang menjanjikan bagi aktivitas perekonomian. Selain jaringan gas, infrastruktur transportasi baik yang tengah disiapkan maupun yang sudah beroperasi juga menjadi nilai lebih bagi kawasan ini. "Saya pikir support yang riil dari pemerintah ini makin menjadikan Jawa Tengah semakin menarik buat investor," tambahnya.

Sebagai informasi, hingga saat ini Jawa Tengah masih menjadi destinasi utama para investor di sektor tekstil dan garmen. Fauzie mengungkapkan, meskipun beberapa waktu terakhir sektor usaha itu dilaporkan mengalami pelemahan, namun masih ada investor-investor baru pada setor tersebut yang melirik kawasan yang dikelola PT KIW.

Namun demikian, Fauzie mengakui tahun 2023 masih dibayangi oleh risiko resesi dan krisis ekonomi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, PT KIW telah mengambil sejumlah langkah. Misalnya dengan meningkatkan pendapatan berulang atau recurring income perusahaan. Bangunan pabrik siap pakai (BPSP) serta berbagai layanan penunjang aktivitas industri jadi salah satunya.

"Tahun ini kita sedang finalisasi BPSP, Kuartal I/2023 sudah ready dan peminatnya sudah antre. Demand-nya masih sangat tinggi, karena dari 10 BPSP kita sudah ful semua," ungkap Fauzie.

PT KIW juga terus melakukan berbagai peningkatan kualitas layanan. Salah satunya dengan mengintegrasikan perkembangan teknologi digital. "Penerapan electronic gate itu sudah jalan. Kita juga punya command center untuk integrasikan layanan. Sehingga operasional kawasan ini bisa lebih termonitor dan terjaga secara realtime," jelasnya.

Fauzie menambahkan, upaya peningkatan recurring income itu juga dilakukan dengan memanfaatkan aset kawasan yang selama ini belum tergarap. KIW sendiri masih memiliki 60 hektare lahan yang telah disiapkan sebagai kawasan mixed-use.

"Perencanaannya sudah selesai, tinggal masuk tahapan implementasi. Targetnya untuk memberikan value yang optimal bagi pendapatan perusahaan. Tidak semuanya kita jadikan kavling siap jual atau BPS. Tapi akan ada peruntukan industrial, commerce, dan mungkin residential. Ini mungkin bisa menjadi bauran yang optimal untuk kinerja KIW," jelas Fauzie.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng kawasan industri Kawasan Industri Wijayakusuma
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top