Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sketsa Menolak Tua Ala Donni Arifianto di Artotel Gajahmada Semarang

Karya-karya lukisan Donni sangat khas dengan nuansa warna warni mencolok, yang diramu dengan beragam sketsa yang diolah dengan berbagai teknik.
Farodlilah Muqoddam
Farodlilah Muqoddam - Bisnis.com 05 Desember 2022  |  14:06 WIB
Sketsa Menolak Tua Ala Donni Arifianto di Artotel Gajahmada Semarang
Seniman asal Bandung, Donni Arifianto, di depan lukisan karyanya yang dipamerkan di Artotel Gajahmada Semarang, Jumat (2/12/2022). - Bisnis/Farodlilah Muqoddam
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG — Donni Arifianto, seniman asal Bandung, membawa 8 lukisan karyanya ke Semarang. Selama periode 1 Desember 2022 hingga 28 Januari 2023, lukisan itu dipajang di artspace Artotel Gajahmada Semarang dalam sebuah pameran bertajuk “(Im) Mature Adolescent” .

Karya-karya lukisan Donni sangat khas dengan nuansa warna warni mencolok, yang diramu dengan beragam sketsa yang diolah dengan berbagai teknik. Mixed media, ia menyebutnya.

Tema yang diangkat dalam lukisan Donni cukup beragam, dengan ciri khas persoalan urban. Ada keresahan tentang harga-harga bahan belanjaan di supermarket, ada penggambaran tentang tren mengadopsi hewan peliharaan, ada pula cerita tentang orang tua yang menghadapi adiksi anaknya terhadap snack Kinderjoy.

Tema-tema itu, menurut Donni, muncul dari perbincangan panjang bersama para pelanggan kafe Abraham and Smith yang dikelolanya. Ia biasanya mengobrol dengan para tamu kafe yang sebagian besar adalah anak-anak muda. Dengan mengobrol hal remeh temeh keseharian itu lah Donni merasa ia sedang menolak menjadi tua.

“Saya melukis di studio yang berbatasan langsung dengan kafe. Setiap hari kecuali Sabtu-Minggu saya nongkrong di situ, dan dari situ lah muncul ide-ide,” ujarnya saat pembukaan pameran di Artotel Gajahmada Semarang, Jumat (2/12/2022).

Donni, yang adalah seorang alumni jurusan senirupa sebuah universitas negeri di Bandung, memilih teknik yang tidak ideal menurut kacamata akademisi. Ia, misalnya, kerap mencampur warna yang ‘bertabrakan’. Sesuatu yang tidak direkomendasikan ketika ia belajar di kampus.

Soal teknik melukis, ia pun memilih untuk mengeksplorasi berbagai cara yang didapat dari pengalamannya berkarir di industri percetakan. Di salah satu lukisan, ia mengaplikasikan teknik serok dengan media gambar di kertas, kemudian digosok ke kanvas setelah ditimpa cairan bensin. Hasilnya, tampilan sketsa gambar yang agak buram tetapi memiliki ciri khas seperti hasil cetak mesin fotokopi.

Donni merasa dirinya cenderung spontan dalam berkarya, sehingga bisa cepat merealisasikan ide dan gagasan menjadi sebuah karya lukisan hanya dalam waktu sekitar 2 pekan saja. 

Sejak memutuskan serius berkecimpung di dunia senirupa mulai 2020, ia telah menggelar 3 pameran tunggal. Salah satunya pameran yang sedang berlangsung saat ini di Artotel Gajahmada Semarang.

General Manager Artotel Gajahmada Semarang Herwindo Aryo Kusumo mengatakan bahwa Artotel Group menyediakan artspace di setiap properti, untuk memberikan ruang bagi seniman lokal.

“Seperti pameran Donni Arifianto kali ini. Kami membawa seniman Bandung agar bisa dilihat karyanya di Semarang,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel semarang
Editor : Farodlilah Muqoddam
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top