Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jalur Pati-Rembang Macet Parah Akibat Pengerjaan Jembatan Juwana

Pengusaha dan pengemudi truk alami kerugian karena berkurangnya ritase.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat mengecek pembangunan Jembatan Juwana pada Januari 2023 silam./Istimewa-Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat mengecek pembangunan Jembatan Juwana pada Januari 2023 silam./Istimewa-Pemprov Jateng

Bisnis.com, SEMARANG - Hujan deras dan tingginya volume kendaraan menyebabkan jalur Rembang-Pati mengalami kemacetan. Kondisi tersebut diperparah kerusakan jalan dan adanya pengerjaan Jembatan Juwana yang ikut menghambat laju kendaraan di salah satu titik vital jalur pantai utara (Pantura) Jawa tersebut.

"Tidak putus total, tapi pengusaha di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat banyak yang ribut karena terjebak macet di situ. Itu sampai 5-6 jam tidak bergerak sama sekali, karena proyek pengerjaan Jembatan Juwana. Karena ada genangannya juga, kalau tidak tergenang mungkin bisa lebih lancar walaupun tetap lambat," jelas Bambang Widjanarko, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Kamis (2/3/2023).

Bambang menjelaskan bahwa dalam kondisi lalu lintas normal, waktu tempuh dari Juwana-Rembang biasanya berkisar di 3 jam. "Kalau truk itu lebih lama," tambahnya.

Namun, akibat perbaikan Jembatan Juwana, waktu tempuh itu bertambah dua kali lipat. Apesnya, meskipun tersedia jalur alternatif, namun pengemudi truk tidak bisa melintas lantaran risiko ambles dan sempitnya ruas jalan alternatif tersebut.

"Kalau macet parahnya sudah sejak awal tahun 2023. Menurut warga sana, malah sejak pertengahan Januari. Kerugian yang diderita pengusaha dan pengemudi truk itu karena ritasenya mati," jelas Bambang.

Sebagai perumpamaan, jika setiap bulannya satu orang pengemudi truk bisa bolak balik Surabaya-Jakarta hingga 4 kali. Kini, akibat kemacetan yang terjadi di jalur Rembang-Pati, supir truk mesti kehilangan ritase. "Ini dia bisa jadi cuma 2-3 kali. Itu ruginya," jelas Bambang.

Adapun untuk barang yang diantar melintasi jalur Rembang-Pati tersebut cukup variatif. Mulai ikan laut dari Pelabuhan Juwana, sayuran, buah-buahan, hingga barang kiriman ekspor-impor. Bambang menyebut, kemacetan yang terjadi itu bakal merugikan pengusaha yang harus mengejar jadwal pengiriman.

"Truk dari wilayah Juwana kalau sudah di dalam pool juga susah berangkat. Kalau dia sudah di luar ya susah pulangnya," jelas Bambang.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meminta maaf atas kemacetan yang terjadi di jalur Rembang-Pati tersebut. "Karena jalur transportasinya harus dipindahkan dulu. mohon dukungan masyarakat," kata Ganjar saat menengok pengerjaan Jembatan Juwana pada Januari 2023 silam.

Ditargetkan, proses pembangunan Jembatan Juwana bakal rampung pada April 2023 mendatang. Proses pembangunan sendiri sudah dimulai sejak Juli 2022.

Hadrianus Bambang Nurhadi, General Manager PT Baja Titian Utama, menyebut pengerjaan Jembatan Juwana bakal segera rampung. Perusahaan itu menggarap proyek Jembatan Juwana dengan skema Perjanjian Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Dalam akun Twitter-nya, PT Baja Titian Utama menyebut pembangunan Jembatan Juwana sudah merampungkan Erection Steel Box Girder terakhir dan pembesian slap jembatan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper