NYIA Diyakini Mampu Bikin UMKM DIY Naik Kelas

Bank Indonesia berharap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta bisa naik kelas dengan meningkatkan kualitas pengelolaan dan produknya untuk mendukung sektor pariwisata melalui hadirnya New Yogyakarta Internasional Airport.
Herdiyan | 26 November 2018 08:40 WIB
Direktur Utama PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra (dari kanan), Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Budi Hanoto, Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto, dan praktisi pariwisata Universitas Gadjah Mada Janianton Damanik menjadi pembicara Seminar Nasional "Peluang dan Tantangan UMKM Sambut Gerbang Wisata Baru di DIY" di Balai Shinta, Gedung Wanitatama, Yogyakarta, Jumat (23/11). - Istimewa

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Bank Indonesia berharap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta bisa naik kelas dengan meningkatkan kualitas pengelolaan dan produknya untuk mendukung sektor pariwisata melalui hadirnya New Yogyakarta Internasional Airport.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Budi Hanoto menuturkan pada tahun depan, UMKM DIY diperkirakan mendapatkan peluang emas dengan dorongan pariwisata, baik domestik maupun mancanegara, yang akan tumbuh seiring dengan pengoperasian NYIA.

"NYIA diproyeksikan bisa beroperasi April 2019," ujarnya di sela pembukaan Grebeg UMKM 2018, Jumat (23/11).

Untuk memanfaatkan peluang emas itu, Grebeg UMKM 2018 yang berlangsung 23-25 November itu mengusung konsep naik kelas, dengan tema Jogja Sambut Bandara Baru: Menembus Pasar Dunia Tanpa Batas.

Menurutnya, istilah 'naik kelas' digunakan untuk mendorong peningkatan kualitas UMKM DIY, baik dari sisi pengelolaan maupun produknya sehingga bisa berdaya saing tinggi.

Dia menjelaskan pemilihan UMKM yang mengikuti Grebeg UMKM 2018 dilakukan oleh tiga kurator level nasional dari Badan Ekonomi Kreatif RI, naik kelas dibandingkan dengan Grebeg UMKM 2017 yang kuratornya berasal dari tingkat lokal/provinsi.

Dari total sebanyak 161 UMKM peserta kurasi, telah terpilih 49 produk UMKM yang ditampilkan sebagai peserta pameran Grebeg UMKM 2018. Hadir juga sebanyak 16 UMKM mitra kerja BI DIY yang turut memeriahkan pameran pada hari ini, sehingga total sebanyak 65 UMKM.

Budi Hanoto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY

Budi Hanoto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY

Pelaksanaan Grebeg UMKM 2018 didesain dengan tema harian yang berbeda-beda sehingga peserta bisa memperoleh manfaat yang lebih terfokus terhadap isu-isu yang sedang berkembang dalam industri UMKM.

Dalam hari pertama yang mengangkat tema Tourism Day: Memperkuat UMKM, Mendorong Kinerja Pariwisata, diselenggarakan Seminar Nasional dengan judul "Peluang dan Tantangan UMKM Sambut Gerbang Wisata Baru di DIY" yang menghadirkan narasumber ternama seperti Wali Kota Makassar M. Ramdhan Pomanto dan Direktur Utama PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra.

"Pengalaman dari daerah lain yakni Majalengka dan Makassar, menunjukkan bahwa peran pemerintah dan swasta sangat penting untuk mendorong pemasaran UMKM," tuturnya.

Di hari kedua, mengangkat tema E-commerce Day: E-Commerce cara mudah dan aman memperluas akses pasar. Dalam hari kedua diselenggarakan Seminar UMKM dengan judul "Pengembangan Akses Pemasaran Produk UMKM Melalui E-Commerce" yang menghadirkan narasumber Kepala Departemen Pengembangan UMKM BI Yunita Resmi Sari dan marketplace nasional Shopee, serta talkshow dengan judul "Pemanfaatan Sistem Pembayaran dalam Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing UMKM" yang menghadirkan narasumber dari GO-JEK Indonesia dan MOKA POS.

Kepala Departemen Pengembangan UMKM BI Yunita Resmi Sari

Yunita Resmi Sari, Kepala Departemen Pengembangan UMKM Bank Indonesia

Di hari ketiga mengangkat tema Halal Lifestyle Day: “Menggapai Bisnis UMKM yang Berkah”. Dalam hari ketiga diselenggarakan Seminar Motivasi dengan judul "Mempersiapkan Pegiat Sektor Pariwisata DIY Menyambut Jogja Sebagai Halal Destination Tourism" yang menghadirkan narasumber dari Tangan di Atas.

Topik halal lifestyle ini diangkat juga dalam rangka menyukseskan program Pemerintah terkait ketentuan Jaminan Produk Halal (JPH). Sertifikat halal sudah menjadi tuntutan dan sekaligus kebutuhan bagi pelaku UMKM.

Selain menjamin keamanan dan kehalalan suatu produk, sertifikat halal akan memberi nilai tambah dan memperluas jaringan pasar dari sebuah produk yang mampu meningkatkan daya saing.

Dia menambahkan sinergi dari berbagai pihak dalam penyelenggaraan festival dan kegiatan pariwisata berdampak positif bagi UMKM untuk mendapatkan media promosi. BI DIY berkomitmen untuk mendorong dan memfasilitasi UMKM untuk meningkatkan kualitasnya dan lebih berorientasi ekspor.

Dalam salah satu rangkaian acara Grebeg UMKM, BI DIY juga memfasilitasi UMKM untuk go online. Dalam hal ini, BI DIY bersinergi dengan perusahaan start up dan meminta perusahaan start up tersebut untuk menandatangani komitmen program pendampingan UMKM Go Online melalui “Project One Start Up One Sister UMKM”.

Pelaksanaan Grebeg UMKM merupakan wujud kepedulian BI terhadap pengembangan UMKM dan ekonomi di DIY. Dengan pelaksanaan pameran, seminar/talkshow, serta program pembinaan yang rutin dan berkesinambungan dari berbagai pihak diharapkan UMKM DIY semakin berkembang dan berkualitas.

"Yang pada akhirnya, memberikan manfaat supaya UMKM DIY lebih siap menjawab tantangan dan peluang dari perubahan bisnis di era digital, mampu beradaptasi dengan tren halal lifestyle dan mandat Undang-undang Jaminan Produk Halal pada 2019, serta lebih meningkatkan kualitas pengelolaan dan produk UMKM-nya atau naik kelas untuk mendukung sektor pariwisata DIY dengan hadirnya NYIA," tegasnya.

Tag : umkm, bank indonesia semarang, diy
Editor : Herdiyan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top