Hampir Usai, Stadion Jatidiri Bakal Tandingi Stadion Jakabaring

Progres renovasi Stadion Jatidiri Semarang saat ini telah mencapai 86% dari target penyelesaian pada 15 Desember tahun ini.
Alif Nazzala Rizqi | 29 November 2018 15:31 WIB
Pembangunan Stadion Jatidiri Semarang

Bisnis.com, SEMARANG - Progres renovasi Stadion Jatidiri Semarang saat ini telah mencapai 86% dari target penyelesaian pada 15 Desember tahun ini.

Jika telah rampung digarap eksterior dan interiornya, stadion ini diyakini dapat menyaingi Stadion Jakabaring Palembang. 

Proses renovasi stadion tersebut merupakan rangkaian proyek Kawasan Olahraga Jatidiri Semarang yang menelan biaya mencapai Rp1,1 triliun.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah Urip Sihabudin menjelaskan, di kawasan tersebut meliputi fasilitas seluruh olahraga, khususnya yang jadi andalan Jawa Tengah. 

Selain stadion, di kawasan tersebut tersedia fasilitas GOR, kolam tenang indoor, lapangan tenis standard international, lapangan voli pasir, kemudian sepatu roda. Asrama, SKO, Gedung terpadu untuk tempat latihan cabang olahraga perorangan seperti silat.

Gedung penunjang parkir vertikal, youth dan gym center. 

"Pembangunan semuanya akan selesai pada tahun 2021. Total anggaran pembangunan kawasan ini mencapai Rp1,1 triliun," katanya, Rabu (28/11/2018).

Khusus untuk rehab stadion, Urip menjelaskan progresnya telah mencapai 86% dan target penyelesaian pada 15 Desember. Rehab tersebut meliputi pembangunan tribun, lapangan, kemudian kursi penonton, sebagian atap dan lintasan atletik dengan total anggaran mencapai Rp610 miliar. 

"Stadion ini memiliki kapasitas 45.000 single seat. Ditunjang dua lift. Lampu akan makai yang seperti di GBK (Gelora Bung Karno) karena ingin kalau dipakai malam hari tidak ada banyangan. Untuk rumput pakai rumput Italia," tuturnya.

Untuk eksterior, lanjut Urip, stadion Jatidiri bakal berbeda dari stadion lain yang ada di Indonesia karena akan merepresentasikan budaya Jawa.

Eksterior itu, katanya, kalau dari depan yang nampak pertama adalah kanopi yang berbentuk gunungan wayang. Meski secara lahan tidak seluas GBK dan Jakabaring, Urip mengatakan soal keindahan dan fasilitas tidak mau kalah. 

"Stadion ini satu tingkat di atas Jakabaring dan sedikit di bawah GBK," tambahnya.

Dia berharap dengan pembangunan kawasan olahraga terpadu ini semakin meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga sehingga memicu prestasi atlet khususnya dari Jawa Tengah. Karena tujuan pembangunan ini adalah untuk kemajuan dunia olahraga di Jawa Tengah.

Khusus untuk atlet sepakbola, Urip memberi catatan meski pengerjaan lapangan akan usai pada 15 Desember tahun ini, tapi untuk keseluruhan stadion baru bisa digunakan secara optimal pada akhir tahun 2019.

Karena masih akan dilakukan pembangunan lintasan atletik, penyelesaian atap dan electrical mechanical lengkap, termasuk lampu dan lift. 

"Saya belum bisa memberi penjelasan (untuk penggunaan stadion) karena harus lapor pak gubernur. Harus ada kajian teknis, karena dari sisi perencanaan, teknis dan pengawas mungkin nggak? Pengerjaan tahun depan kan juga besar," katanya.

Tag : jateng, semarang
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top