Jawa Tengah Segera Miliki Bus Listrik

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) untuk mengembangkan angkutan umum ramah lingkungan berupa bus listrik.
Alif Nazzala Rizqi | 06 Desember 2018 20:58 WIB
Dirut PT Bakrie & Brothers Tbk Bobby Gafur Umar (kiri), Presiden Institut Otomotif Indonesia I Made Dana Tangkas (kedua kiri), Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli (ketiga kiri), Wakil Dirut PT Bakrie & Brothers Tbk Ardiansyah Bakrie (ketiga kanan), Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Hermanto Dardak (kedua kanan) dan Dirjen Industri ILMATE Kemenperin Harjanto (kanan) berbincang saat test drive bus listrik di Ungasan, Badung, Senin (15/10). - ANTARA

Bisnis.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) untuk mengembangkan angkutan umum ramah lingkungan berupa bus listrik. Rencananya, tahun depan bus listrik ini sudah melayani masyarakat di Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan proyek transportasi bus listrik tersebut merupakan tindak lanjut atas pertemuannya dengan manajemen BNRB beberapa waktu lalu.

“Pihak PT BNBR sudah bertemu saya dan ingin uji coba dahulu. Oleh karena itu, kami persilakan mereka untuk melakukan uji coba,” kata Ganjar pada Kamis (6/12/2018).

Saat ini, lanjutnya, pihak PT BNBR sudah mulai melakukan uji coba di Jateng. Uji coba dilakukan untuk melihat berbagai hal termasuk penjajakan seperti kelayakannya, manajemenya, cara pembayarannya nanti, hingga pada penentuan tarif.

“Target kami pertengahan tahun depan proyek ini bisa berjalan,” ujar mantan anggota DPR RI ini.

Proyek bus listrik dengan menggandeng PT BNBR, ujarnya, merupakan salah satu upaya Pemprov Jateng dalam melakukan proyek aglomerasi transportasi umum di Jateng. “Ini salah satunya, karena ini dari swasta yang berinisiatif bekerja sama dengan kami, maka kami buka ruang untuk mereka.”

Nantinya, Pemprov Jateng juga akan menyiapkan infrastruktur yang diperlukan untuk pelaksanaan proyek ini. Seperti, tempat pengisian daya listrik di sejumlah tempat.

“Pasti akan kami siapkan, karena ini listrik, jadi harus ada tempat-tempat charger-nya, harus ada di mana tempatnya nanti kami siapkan. Kami harap proyek ini terealisasi dengan baik sehingga menjadikan Jateng lebih hebat dalam hal penyediaan transportas umum yang baik dan ramah lingkungan,” ucap Ganjar.

Sementara itu, Direktur Utama BNBR Bobby Gafur Umar menjelaskan pihaknya memang sedang mengembangkan bus listrik untuk mendorong transportasi ramah lingkungan di Jawa Tengah.

“Kerja sama dengan Jateng ini nantinya untuk trayek Semarang Raya dan Solo Raya. Kami saat ini melakukan uji coba,” ujarnya.

Bobby menargetkan kajian ini bisa selesai pada kuartal I/2019. Melalui angkutan itu diharapkan bisa mempermudah hubungan antarkota dengan bus yang ramah lingkungan. “Jateng ini pertama. Setelah Jateng, Pulau Bali kami bidik menjadi tempat berikut untuk bus listrik ini.”

Dia menerangkan bus listrik menjadi salah satu kendaraan masa depan yang akan membantu mengatasi permasalahan polusi udara di kota-kota besar. Dia juga telah bekerja sama dengan perusahaan bus China dalam penyediaan bus listrik ini.

“Untuk hal ini, kami bekerja sama dengan perusahaan bus listrik terbesar di China bernama BYD. Teknologinya maju sekali. Ketika charge bus 2,5 jam itu bisa untuk menempuh jarak sekitar 250 kilometer,” lanjutnya.

Sementara itu, untuk Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), pihaknya bermitra dengan Karoseri Nusantara Gemilang yang beroperasi di Jalan Raya Kudus-Demak Km 5.

“Terkait dengan TKDN, kami kerja sama dengan Nusantara Gemilang, pengusaha lokal di Kudus untuk perakitan karoseri bodinya,” kata Bobby.

Tag : pemprov jateng, Bus Listrik
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top