Resmi Jadi KEK, Kendal Bakal Serap Investasi Rp70 Triliun

Pemerintah menargetkan Kawasan Industri (KI) Kendal, yang statusnya akan naik menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada 2019, mampu menjaring investasi senilai US$5 miliar atau sekitar Rp70 triliun dalam waktu 5 tahun ke depan.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 12 September 2019  |  17:13 WIB
Resmi Jadi KEK, Kendal Bakal Serap Investasi Rp70 Triliun
Kendaraan melintasi ruas jalan tol, usai peresmian pengoperasian tiga ruas jalan tol Trans Jawa di Jembatan Kalikuto, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (20/12/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, SEMARANG—Pemerintah menargetkan Kawasan Industri (KI) Kendal, yang statusnya akan naik menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada 2019, mampu menjaring investasi senilai US$5 miliar atau sekitar Rp70 triliun dalam waktu 5 tahun ke depan.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng Peni Rahayu menyampaikan, setelah melalui rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo dan sejumlah kementerian, KI Kendal disetujui agar statusnya meningkat menjadi KEK. Perubahan status itu ditargetkan rampung pada 2019.

“Insya Allah tahun ini Kendal akan ditetapkan menjadi KEK, dengan orientasi 60% produk yang dihasilkan adalah untuk ekspor,” ujarnya di sela acara roadshow Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) di Semarang, Kamis (12/9/2019).

Dengan peningkatan status sebagai KEK, diharapkan Kendal dapat menarik minat lebih banyak investor karena akan mendapatkan sejumlah fasilitas, terutama terkait perizinan, keringanan pajak, dan tax holiday. Selain itu, KEK Kendal memiliki sejumlah target baru dalam 5 tahun mendatang.

Peni menyampaikan, berdasarkan arahan Kemenko Perekonomian, hingga 2024 KEK Kendal ditargetkan meraup investasi sebesar US$5 miliar atau sekitar Rp70 triliun (kurs Rp14.000 per dolar AS), melakukan ekspor US$500 juta (Rp7 triliun) per tahun, dan mensubtitusi impor hingga US$250 juta (Rp3,5 triliun) per tahun.

KEK Kendal juga diharapkan dapat memberdayakan 20.000 tenaga kerja, dan 60.000 tenaga kerja lainnya di sekitar kawasan. Sejumlah sektor industri prioritas di KEK Kendal ialah makanan dan minuman (mamin), elektronik, tekstil dan produk tekstil (TPT), dan mebel.

“Dengan status KEK, diharapkan investor semakin tertarik untuk masuk. Meski harga lahan sudah naik, tapi ada sejumlah keringanan pajak. Potensi besarnya investasi juga tentunya menarik investor untuk ikut serta,” imbuhnya.

Menurut Peni, KEK Kendal menjadi salah satu proyek prioritas, dari dua proyek utama lainnya untuk memacu perekonomian Jateng sesuai arahan pemerintah pusat. Dua proyek itu adalah Kawasan Industri (KI) Brebes dan sektor pariwisata dengan kawasan Candi Borobudur sebagai magnetnya.

Kendati tiga lokasi menjadi agenda prioritas, efek ekonomi yang ditimbulkan juga berimbas terhadap kota/kabupaten lainnya, terutama perihal kebutuhan bahan baku dan tenaga kerja. Oleh karena itu, infrastruktur untuk mendukung konektivitas harus dipacu.

Target KEK Kendal dalam 5 Tahun Mendatang
-    Meraih investasi US$5 miliar
-    Menghasilkan produk minimal 60% untuk ekspor
-    Melakukan ekspor sejumlah US$500 juta per tahun
-    Mensubtitusi impor hingga US$250 juta per tahun
-    Memberdayakan 20.000 tenaga kerja langsung di dalam kawasan
-    Menyerap 60.000 tenaga kerja tak langsung di luar kawasan

 

Target KEK Kendal dalam 5 Tahun Mendatang

-          Meraih investasi US$5 miliar

-          Menghasilkan produk minimal 60% untuk ekspor

-          Melakukan ekspor sejumlah US$500 juta per tahun

-          Mensubtitusi impor hingga US$250 juta per tahun

-          Memberdayakan 20.000 tenaga kerja langsung di dalam kawasan

-          Menyerap 60.000 tenaga kerja tak langsung di luar kawasan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kendal, kawasan ekonomi khusus

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top