Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Semarang Siapkan 10.000 Rapid Test Corona

Sebanyak 2.480 Rapid Test dilakukan RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang, dan 7.920 Rapid Test dilakukan Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  11:36 WIB
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2020). Tes tersebut diperuntukan bagi peserta Seminar Anti Riba yang berlangsung di Babakan Madang Kabupaten Bogor pada 25-28 Februari 2020, dimana dua orang peserta seminar tersebut meninggal dunia di Solo Jawa Tengah akibat COVID-19. - Antara/Yulius Satria Wijaya
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2020). Tes tersebut diperuntukan bagi peserta Seminar Anti Riba yang berlangsung di Babakan Madang Kabupaten Bogor pada 25-28 Februari 2020, dimana dua orang peserta seminar tersebut meninggal dunia di Solo Jawa Tengah akibat COVID-19. - Antara/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan 10.000 Rapid Diagnostic Test (RDT) untuk masyarakat di Kota Semarang, terkhusus untuk Orang Dalam Pantauan (ODP)

Langkah tersebut didukung anggaran Rp27 miliar yang bersumber dari pergeseran APBD Pemerintah Kota Semarang serta dana tak terduga. Selain untuk alat deteksi cepat, anggaran juga guna peralatan medis, obat, vitamin, cairan antiseptik, disinfektan, pakaian pelindung diri, serta kapsul evakuasi untuk membawa masyarakat yang positif teridentifikasi virus Corona.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan secara rinci sebanyak 2.480 rapid test dilakukan RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang, dan 7.920 rapid test dilakukan Dinas Kesehatan Kota Semarang.

"Kategori ODP sendiri ditetapkan bagi masyarakat yang dalam 14 hari belakangan bepergian ke luar kota maupun luar negeri, atau yang pernah berinteraksi dengan pasien positif Corona," kata Abdul Hakam, Minggu (22/3/2020).

Menurutnya, dari total anggaran sekitar Rp27 miliar untuk Dinas Kesehatan Kota Semarang teralokasi sekitar Rp11 miliar, dan sisanya dialokasikan guna keperluan RSUD KRMT Wongsonegoro.

"Penggunaan anggaran tersebut khusus untuk penanggulangan Covid-19 di Kota Semarang, mulai dari pengadaan tablet klorin sebagai disinfektan, kapsul evakuasi, dacron swab, sampai RDT. Rapid Diagnostic Test sendiri kalau dengan yang dilakukan di RSWN (RSUD) KRMT Wongsonegoro) ada 10.000 lebih," jelasnya.

Di sisi lain, Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, Susi Herawati menyebutkan jika rapid test merupakan langkah awal yang cepat untuk mengidentifikasi Corona.

"Rapid test ini akan kita lakukan dengan mengambil sample darah, kalau positif akan kita lakukan dengan swab tenggorokan, kemudian kita kirim ke lab. Tapi nanti kalau kita lakukan rapid test hasilnya negatif, di hari ke-7 sampai ke-10 akan kita test lagi, kalau tetap negatif berarti yang bersangkutan kita nyatakan negatif," katanya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa tengah semarang Virus Corona
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top