Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Corona, Penumpang di Bandara Ahmad Yani Anjlok

Penyebaran virus Corona (Covid-19) di Jawa Tengah menyebabkan jumlah penumpang di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang turun signifikan.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  10:54 WIB
Salah satu sudut terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/6). - Bisnis/Yustinus Andry
Salah satu sudut terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/6). - Bisnis/Yustinus Andry

Bisnis.com, SEMARANG - Tingkat kunjungan penumpang di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani di Semarang turun signifikan setelah adanya kasus virus Corona atau Covid-19 di Jawa Tengah.

Data yang dicatat oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPP) Bea Cukai Tipe Madya Tanjung Emas, yang juga membawahi bea cukai bandara menunjukkan, sampai 20 Maret 2020, jumlah penumpang yang masuk (inbound) ke Bandara Ahmad Yani hanya 3.629 penumpang.

Jumlah tersebut turun cukup signifikan jika dibandingkan pada Februari 2020 yang mencatatkan 7.579 penumpang. Angka ini makin jomplang jika dibandingkan pada bulan Januari yang mencapai 10.020 penumpang.

Kepala KPPBC Tipe Madya Tanjung Emas Anton Martin mengatakan bahwa begitu terdampak Covid-19, jumlah penumpang di bandara menunjukkan tren penurunan drastis.

"Apalagi pasca lockdown di Malaysia," kata Anton kepada Bisnis yang dikutip Kamis (26/3/2020).

Penurunan ini sejalan dengan tren penerbangan yang masuk (inbound) ke Bandara Ahmad Yani. Sampai 20 Maret lalu, jumlah penerbangan yang masuk ke Bandara Ahmad Yani berkurang dari 69 penerbangan (Februari) menjadi 38 penerbangan.

Kendati mengalami penurunan cukup signifikan, Anton menyebut aktivitas kargo di Bandara Ahmad Yani justru mulai menunjukkan peningkatan. Kondisi ini berbeda dibandingkan bulan Februari lalu.

Data KPPBC Tipe Madya Tanjung Emas memperlihatkan jumlah cargo yang masuk ke Bandara Ahmad Yani pada 20 Maret 2020 mencapai 216 ton lebih tinggi dibandingkan bulan Februari 2020 sebanyak 191 ton.

"Jadi trennya [aktivitas kargo] mengalami peningkatan," jelasnya.

Sebelumnya, pengelola Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, mengaku rugi hingga Rp9 miliar akibat penurunan aktivitas kebandaraan selama tiga bulan terakhir.

General Manager Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Hardi Ariyanto, mengungkapkan penurunan aktivitas kebandaraan ini merupakan imbas dari penyebaran Covid-19.

"Penumpang di tempat kita turun sebanyak 23 persen dari biasanya," kata Hardi 11 Maret 2020 lalu.

Sebagai perbandingan, lanjut Hardi, pada tahun lalu di periode yang sama, jumlah penumpang di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani mencapai 541.000 penumpang. Sedangkan, dalam kurun dua bulan belakangan, jumlahnya hanya 449.000 penumpang.

Hardi melanjutkan, dengan wabah virus Corona yang masih sulit diprediksi kapan berakhirnya, pihak bandara memperkirakan hal ini akan mempengaruhi target penumpang di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani yang dipatok 5 juta penumpang.

"Sepertinya dengan kasus ini ada penurunan target. Karena kita tidak tahu sampai kapan ini akan berlangsung," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara semarang Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top