Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Klaster Restoran Semarang dan Soto Lamongan Bukti Ancaman Corona Ada

Pembeli di rumah makan tersebut pada 14 hari terakhir ini diharapkan untuk memeriksakan diri ke puskesmas.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 12 September 2020  |  10:26 WIB
Ilustrasi restoran di era Covid-19. - Antara/Moch Asim
Ilustrasi restoran di era Covid-19. - Antara/Moch Asim

Bisnis.com, SEMARANG - Sebuah rumah makan bermenu khas kepala ikan Manyung di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 setelah belasan orang yang terdiri atas pegawai dan orang dekatnya dinyatakan positif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam di Semarang, Jumat (11/9/2020), menuturkan klaster tersebut bermula dari salah satu pekerja rumah makan yang dinyatakan positif dan dirawat di rumah sakit.

"Dari penelusuran kemudian ketemu yang lain," katanya.

Ia menuturkan tes usap dilakukan terhadap 20 hingga 25 orang, termasuk karyawan serta keluarganya. Sedangkan para pembeli di rumah makan tersebut pada 14 hari terakhir ini diharapkan untuk memeriksakan diri ke puskesmas.

“Sejumlah 30 kontak erat sudah kita swab. Hasilnya 20 konfirm positif. Saat ini 18 orang sudah ditangani pihak Dinkes di Rumah Isolasi Rumdin, dua orang lainnya dirawat di rumah sakit karena ada keluhan sesak nafas," ujarnya.

Penyebaran Covid-19 melalui warung juga dilaporkan terjadi di Yogyakarta. Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, Rabu (26/8/2020), menjelaskan penjual soto terkonfirmasi positif dan mereka ini biasa berjualan di depan XT Square.

“Kami minta seluruh pembeli yang membeli [soto Lamongan] di depan XT Square dalam kurun Agustus ini, isolasi mandiri, kalau bergejala kami periksa di RS Jogja atau layanan rumah sakit lain yang memungkinkan," jelasnya.

Heroe sudah diminta pemilik usaha untuk tidak buka lalu warung yang bersangkutan didisinfektan.

"Karena ini berada di luar, di pinggir jalan jadi enggak tahu sejauh mana paparannya, kami sudah melakukan tracing keluaraga yang ada di Jogja dan lingkungan sekitar," terang Heroe.

Namun, pembeli yang tak tercatat bisa menjadi masalah. Heroe menyebut mulanya pedagang yang bersangkutan mengalami demam pada 9 Agustus 2020. Selanjutnya pedagang tersebut menjalani tes swab pada 19 Agustus 2020 dan hasilnya keluar Senin (24/8/2020).

Kasus positif di bidang usaha kuliner ini membuat Heroe mengingatkan kembali seluruh layanan yang melibatkan masyarakat di level apapun untuk selalu serius menjalankan protokol Covid-19.

Dalam perkembangan selanjutnya, klaster Soto Lamongan membuat ini delapan pembeli Soto Lamongan dinyatakan positif Covid-19 per Rabu (9/9/2020). Tiga pembeli dari Bantul, satu pembeli dari Magelang, dan empat pembeli dari Kota Jogja.

Sementara itu kabar baik muncul dari Klaster Soto Lamongan. Sebanyak 10 orang dari kasus tersebut dinyatakan sembuh. Kesepuluh orang tersebut dinyatakan sembuh tanpa Swab.

Heroe mengatakan sesuai Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Revisi Lima bahwa pasien OTG yang telah melewati isolasi 10 hari tanpa gejala maka dinyatakan selesai isolasinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng

Sumber : Antara dan Harian Jogja

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top